, ,

Pertagas Kembangkan Infrastruktur Gas di Kaltim dan Sulsel

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Gas (Pertagas) berencana mengembangkan infrastruktur penyaluran gas di Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Upaya afiliasi Subholding Gas Pertamina ini sejalan dengan program Pertamina untuk mendukung pemerataan energi, termasuk pemanfaatan energi ramah lingkungan yaitu gas alam yang memiliki kandungan karbon dioksida paling rendah dibandingkan batubara dan minyak bumi.

Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro, menyampaikan bahwa rencana pengembangan di Kalimatan Timur dilakukan dengan menggandeng PT Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Perusahaan ini adalah pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MBTK, yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur.

Sinergi antara Pertagas dan MBTK diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Kajian Bersama Penyediaan Pasokan & Infrastruktur Gas Bumi, yang dilakukan, Jum’at (11/3). Nantinya, kebutuhan energi para tenant industri di dalam KEK akan disuplai oleh Pertagas dengan skema penyaluran gas pipa maupun LNG.

“Pertagas siap membantu MBTK dengan suplai gas dan fasilitas infrastruktur pendukung agar KEK yang tengah di kembangkan MBTK dapat menarik minat industri untuk berinvestasi di Kalimantan Timur,” ungkap Wiko.

Direktur MBTK, Muhammad Ade Himawan, menyambut baik kerja sama dengan Pertagas tersebut. Pasalnya, suplai gas dan infrastrukturnya sangat dibutuhkan di dalam KEK.

“Sejak diresmikan pada 1 April 2019 hingga sekarang, kami terus melakukan perbaikan manajemen operasional dan percepatan investasi, termasuk salah satunya penyediaan suplai gas. Kami bersyukur bisa bekerjasama dengan Pertagas sehingga dapat menjawab kebutuhan energi bagi calon tenant yang akan berinvestasi di kawasan,” ungkap Ade.

Pertagas memiliki pengalaman panjang dalam bisnis gas di Kalimantan Timur. Perusahaan ini telah memiliki jaringan pipa gas yang mensuplai industri metanol, pupuk dan kelistrikan.

Selain itu, Pertagas juga telah menyuplai gas ke Sambera lewat LNG Trucking. Di tahun 2022, Pertagas juga bersiap membangun pipa transmisi gas ruas Senipah-Balikpapan.

Untuk Sulawesi Selatan, Pertagas berencana mengembangkan infrastruktur lain yaitu Power Plant berbahan bakar LNG kapasitas 500 MW (± 100 MMSCFD) di Luwu Timur. Ini direalisasikan melalui kerjasama dengan PT Global Nickel Indonesia (GNI).

Kerjasama Pertagas dan GNI ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Selasa (8/3) lalu.

Power Plant berbahan bakar LNG tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan listrik fasilitas pengolahan hasil tambang (smelter) GNI di Luwu Timur. Selain itu, saat ini Luwu Timur sedang mengembangkan pembentukan kawasan industri yang nantinya kebutuhan energinya juga akan dipasok oleh Power Plant berbahan bakar LNG yang dibangun Pertagas.

Power Plant berbahan bakar LNG ini nantinya tidak hanya digunakan untuk smelter GNI namun juga dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi industri-industri di Sulawesi Selatan. Hal ini akan mendorong perekonomian di Sulawesi lebih berkembang.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Global Nickel Indonesia (GNI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *