,

Permintaan Sawit Mulai Naik

Posted by

Bogor, Petrominer — Penurunan produksi minyak sawit 5 persen pada tahun 2016 lalu dibenarkan oleh Mantan Direktur utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi. Namun dia membantah jika permintaan pasar baik domestik ataupun internasiona turun.

Justru saat ini, jelas Bayu, permintaan tengah mengalami perbaikan. Tak heran jika harga sawit sedikit terangkat akibat permintaan yang tinggi namun produksi mengalami penurunan.

Walaupun produksi turun, dipastikan suplai minyak sawit domestik dan ekspor tidak banyak terganggu. Pasalnya stok nasional yang disimpan di dalam tangki-tangki masih cukup hingga masa panen. Bahkan pasar ekspor baru kini bermunculan seperti ke Rusia, Spanyol, Italia, dan negara-negara di Timur Tengah. Selama ini pasar ekspor kita di dominasi ke China, Belanda, Pakistan, Jepang serta sebagian kecil ke pasar Amerika.

Menghadapi kenaikan permintaan tersebut, mantan Wakil Menteri Perdagangan ini berharap pelaku usaha di sektor kelapa sawit termasuk petani untuk tidak serta merta menaikkan harga lagi. Sebab harga yang bagus tersebut bersifat sementara sehingga yang perlu dilakukan adalah menjaga konsistensi permintaan dengan tidak menaikkan harga. Jika hal itu dilakukan akan buyer internasional akan berpotensi pindah ke negara – negara produsen lain seperti Malaysia.

“Saya ingatkan pelaku usaha dan pelaku industri jangan lengah atau jangan bergembira dengan harga yang tingggi sekrang. Karena ada 2 masalah harga yang tinggi cenderung jatuh nanti, jadi jangan naik terlalu tinggi lebih baik kita berada pada posisi yang wajar. Menurut saya USD 700-750 (per matric ton / MT) saja jangan lebih dari itu,” kata Bayu usai menghadiri acara Bakti Sosial yang diadakan BPDP jelang hari Kelapa Sawit Nasional di wilayah Jonggol, Bogor, Sabtu (4/2).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Petani Indonesia juga meminta pelaku industri sawit tidak gegabah. Sebab ada ancaman lain yaitu permintaan minyak kedelai bakal menyaingi permintaan minyak sawit. Jika hal itu terjadi, maka nasib industri sawit bakal terganggu. Oleh sebab itu diminta jangan terlalu berpuas diri dengan harga CPO yang berlaku saat ini.

“Kemudian kita harus perhatikan selisih harga sawit dengan kedelai sebagai pesaing kita karena kalau terlalu dekat nanti akan membuat daya saing kita berkurang,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *