
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sukses mencatatkan produksi minyak di atas target selama periode tiga bulan pertama tahun 2026, dengan realisasi lebih dari 120 persen. Begitu pula dengan produksi gas, yang mencatat produksi sekitar 104 persen di atas target.
Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menyampaikan capaian produksi migas PHI perode Januari hingga Maret 2026 tersebut juga mencerminkan tren positif kinerja sektor hulu migas nasional. Capaian ini menjadi bagian dari upaya industri hulu migas dalam mendukung target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah.
“Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Perusahaan berhasil mencatatkan produksi minyak di atas target, dengan realiasi lebih dari 120 persen. Kinerja positif juga ditunjukkan untuk produksi gas, dengan realisasi sekitar 104 persen di atas target,” ungkap Handri dalam acara Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Khusus yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4).
Dia menjelaskan, PHI melalui anak-anak perusahaannya, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, serta PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur mengelola operasi hulu migas di wilayah Kalimantan. PHI juga mengelola aset-aset PT Pertamina EP dan PHE di wilayah ini.
“Kontribusi terbesar terhadap kinerja tersebut berasal dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang mengelola blok Mahakam di Kalimantan Timur,” ujar Handri.
APEKA 2026
Handri kembali mengapresiasi dukungan awak media selama ini. Dia pun menekankan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dan kolaboratif agar tercipta dukungan publik terhadap operasi dan produksi migas yang berperan strategis bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasional.
“Kami berharap silahturahmi yang telah dibina selama ini menjadi kolaborasi dan sinergi untuk operasi yang berkelanjutan,” tegas Handri.
Melalui Forum BASO IGA ini, menurutnya, PHI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi strategis dengan insan pers sebagai mitra penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif kepada publik. Sinergi yang solid dapat turut menjaga keberlanjutan operasional dan kontribusi industri hulu migas terhadap ketahanan energi nasional dan kesejahteraan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, PHI menghadirkan kembali program “Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan 2026” (APEKA 2026). Ini merupakan lomba karya jurnalistik khususnya terkait peran dan kontribusi PHI terhadap industri hulu migas dan ketahanan energi nasional.
“Program APEKA ini menegaskan komitmen Perusahaan dalam membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi insan pers untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas di sektor energi, khususnya hulu migas,” ucap Handri.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan kali kedua dengan mengusung tema “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa.” Cakupan peserta diperluas dengan melibatkan pewarta dari sekitar wilayah operasi PHI di Kalimantan.
APEKA 2026 diharapkan dapat melahirkan narasi sektor hulu migas Indonesia yang lebih kaya perspektif, komprehensif, dan inspiratif dengan menghadirkan beragam sudut pandang dari berbagai daerah. Kompetisi ini mencakup sejumlah kategori, yakni media cetak, media online, media televisi, media radio, photo essay, serta kategori peserta teraktif.
Publikasi dan pengumpulan karya dapat dilakukan selama periode 30 April hingga 16 Agustus 2026. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada September 2026.







