, ,

Perkuat Bisnis Supply Chain LNG, GTSI Go Public

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT GTS Internasional akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan menjual 2.860.000.000 saham baru. Aksi korporasi ini untuk menghimpun dana hingga Rp 400 miliar guna mendukung bisnisnya di bidang distribusi dan logistik gas alam cair (LNG).

Komisaris Utama GTSI, Budi Haryono, menjelaskan pihaknya sedang dalam tahap membangun ekosistem rantai pasokan(supply chain) LNG dengan cara mengakuisisi perusahaan terafiliasi yang akan memberikan sinergi terhadap keberlangsungan usaha. Perusahaan berencana membangun FRSU (Floating Storage regacification Unit) untuk Sulawesi Utara.

“Pembangunan FRSU tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara yang akan memberikan penghematan cukup siginifikan bagi PLN Sulawesi Utara,” ujar Budi dalam public expose yang digelar secara virtual, Kamis (19/8).

GTSI merupakan perusahaan pelayaran LNG pertama di Indonesia. Dalam rantai industri LNG, perusahaan ini menjalankan kegiatan usaha dalam bidang pengapalan LNG dari terminal penjual ke terminal pembeli. Anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk ini juga menggarap proses penyimpanan dan regasifikasi LNG menjadi gas siap pakai oleh pengguna terakhir.

“Seiring dengan kebijakan Pemerintah tentang gasifikasi yang berperan besar dalam kelistrikan sebagai bahan bakar pembangkit, kami sedang dalam tahap membangun ekosistem rantai pasokan LNG dengan cara mengakuisisi perusahaan terafiliasi yang akan memberikan sinergi terhadap keberlangsungan usaha Perseroan. Kami berencana membangun permanent FRSU untuk Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Untuk mendanai akuisisi tersebut, ujar Budi, GTSI berencana menghimpun dana antara Rp 286 miliar – Rp 429 miliar melalui IPO dengan menjual 2.860.000.000 saham baru. Saham bernilai nominal Rp 50 per saham tersebut jumlahnya setara dengan 17,6 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh GTSI setelah IPO.

“Perseroan juga bermaksud untuk mencatatkan seluruh saham atas nama pemegang saham sebelum perusahaan go public sebanyak 13.419.142.767 saham. Sehingga total saham yang dicatatkan mencapai 16.279.142.767 saham,” jelasnya.

Dana hasil penjualan saham tersebut sebagian akan digunakan sebagai pinjaman kepada PT Anoa Sulawesi Regas (Anoa) untuk membangun permanen FRSU, yang direncanakan akan dimulai pada kuartal IV-2021. Jika dana tersebut sudah dibayarkan kembali, maka GTSI akan menggunakannya untuk pengembangan usaha di masa depan.

Dana lainnya untuk modal kerja seperti operasional yang meliputi cadangan docking, membangun war room system akuntansi dan keuangan, serta shipping monitoring online system.

“Selain itu, sebagian dana lainnya juga untuk penyertaan modal kepada ANOA untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja di ANOA, sehingga mampu memberikan kontribusi secara konsolidasi dan stabilitas pendapatan selama 15 tahun ke depan,” papar Budi.

Masa penawaran awal saham GTSI dijadwalkan berlangsung pada 19-25 Agustus 2021, dengan perkiraan tanggal efektif 31 Agustus 2021. Dengan begitu, penawaran umum akan berlangsung tanggal 2 – 6 September 2021 dan tanggal penjatahan pada 6 September. Sedangkan perkiraan penjatahan saham dan distribusi secara elektronik pada 7 September, kemudian listing diperkirakan pada 8 September 2021.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham GTSI adalah RHB Sekuritas Indonesia, PT Mirae Sekuritas Indonesia dan PT Reliance Sekuritas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *