Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah memulai pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) pertama di bawah skema kontrak gross split. Proyek pengembangan senilai US$ 92,7 juta ini diharapkan mulai produksi akhir tahun 2018 mendatang.
Lapangan baru tersebut adalah lapangan SP. Lapangan gas ini terletak sekitar 11 km arah barat daya komplek Bravo Flow Station yang difungsikan sebagai stasiun pengumpul dari produksi anjungan-anjungan di sekitarnya.
Tahap awal proyek pengembangan lapangan ini ditandai dengan seremoni First Cutting Anjungan SPA di Handil-1 Yard, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada awal September 2017 lalu. Proyek tersebut meliputi pembangunan Anjungan Lepas Pantai SPA, penggelaran pipa bawah laut sepanjang 11,3 km, dan modifikasi Anjungan Lepas Pantai B2C, serta pengeboran 3 sumur pengembangan.
“Proyek ini merupakan proyek pengembangan lapangan baru pertama pada skema Production Sharing Contract (PSC) Gross Split,” ujar VP Relations PHE, Aji Prayudi, Senin (25/9).
Blok ONWJ merupakan salah satu blok lepas pantai tertua di Indonesia. Blok ini migas mulai berproduksi tahun 1971. Saat ini, usia Blok ONWJ telah berusia lebih dari 40 tahun atau dapat dikategorikan sebagai lapangan mature.
Meskipun demikian, jelas Aji, Blok ONWJ masih mampu menyumbangkan produksi yang signifikan. Hingga Juli 2017, PHE ONWJ telah mencatatkan produksi minyak sebesar 33.000 barrel oil per day (BOPD) dan produksi gas bumi sebesar 126,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Pengembangan Lapangan SP diharapkan berproduksi akhir tahun 2018 dan direncanakan mencapai peak production gas bumi sebesar 30 MMSCFD.
“Produksi dari Lapangan SP akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga dapat menjadi pendorong roda perekonomian industri-industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ,” paparnya.
Lebih lanjut, Aji menjelaskan bawha pelaksanaan Project Pengembangan Lapangan SP seluruhnya dilaksanakan oleh kontraktor EPCI dalam negeri, yaitu PT Meindo Elang Indah. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama proyek berlangsung, PHE ONWJ dan Meindo Elang Indah telah menandatangani dokumen Project HSSE Charter serta Contractor Safety Management System (CSMS) Pre-Job Activity untuk memastikan kedua pihak memahami hak dan kewajiban dalam menjaga keamanan dan keselamatan segala aktivitas dari proyek ini.








Tinggalkan Balasan