Cakupan area lahan yang dibebaskan untuk keperluan pembangunan kilang baru di Tuban atau Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban).

Jakarta, Petrominer – Pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan kilang baru di Tuban atau Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban) Jawa Timur sudah rampung. Pertamina melalui Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional, memastikan pembebasan lahan yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan berlaku.

Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, menyampaikan bahwa proyek dengan investasi sekitar US$ 15 miliar tersebut sedang dalam tahap early work, yaitu pembersihan lahan tinggal sekitar 328 hektare dan pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektare. Proses pengadaan lahan sudah selesai, di mana mayoritas warga yang terdampak sudah menerima penggantian dana dari Pertamina.

“Lahan yang dibebaskan telah mencapai 99 persen dari target seluas 377 ha tanah warga,” ungkap Ifki, Kamis (18/2).

Dia menjelaskan, pengadaan lahan untuk proyek GRR Tuban telah melalui seluruh mekanisme yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Lahan bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Undang-undang ini mengatur tata cara pengadaan lahan untuk pembangunan kilang, yaitu perencanaan, persiapan, pelasaksanaan; dan pelepasan tanah instansi.

Pada tahap persiapan, berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi penguasaan tanah, telah mengikuti prosedur penilaian ganti kerugian sesuai ketentuan. Di tahap ini, Pertamina menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang kemudian ditetapkan melalui Badan Pertanahan Nasional setempat.

“KJPP inilah yang melakukan penilaian terhadap lahan yang akan diambil alih tersebut,” jelas Ifki.

Dia juga menegaskan bahwa Pertamina tidak dapat melakukan intervensi atas proses penilaian lahan yang dilakukan KJPP dan di pihak lain. Pertamina berprinsip agar proses pengadaan lahan ini tidak merugikan warga yang lahannya terdampak. Bahkan Pertamina juga memberikan edukasi kepada para warga agar dapat mengelola uang hasil penggantian lahan dengan sebaik-baiknya.

“Rata-rata warga memiliki lahan yang luas. Semakin luas lahannya, otomatis semakin besar uang penggantian yang diterima,” ujar Ifki

Proyek GRR Tuban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional amanat Pemerintah ke Pertamina. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak sebesar 300.000 barel per hari, yang akan menghasilkan BBM berstandar Euro V berupa gasoline 80.000 barel perhari, gasoil 100.000 barel per hari dan Avtur 30.000 barel per hari.

GRR Tuban diintegrasikan dengan kilang petrokimia yang berproduksi 3.750 KTPA. Dengan kehadiran kilang di Tuban, maka kebutuhan BBM ke depan dapat dipenuhi dari kilang dalam negeri sehingga mengurangi impor.

Pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja sebanyak 20 ribu saat konstruksi dan 2.500 saat operasi. Selain itu, saat dalam pembangunan tahap awal tersebut, Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

“Pertamina mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungannya baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan stakeholder lainnya, sehingga Proyek GRR Tuban mengalami progres yang berjalan dengan baik meski di tengah pandemi penuh tantangan,” tegas Ifki.

Sebagian cakupan area lahan yang sudah dibebaskan untuk keperluan pembangunan kilang baru di Tuban Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here