Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto WS (dua dari kiri), didampingi EVP Konstruksi JBB PLN, Henrison A. Lumbanraja, (paling kiri), General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Ratnasari Sjamsuddin (dua dari kanan) dan Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah (paling kanan) saat meninjau pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jum'at (29/3). (Petrominer/Fachry Latief)

Tangerang, Petrominer – PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 di Desa Lontar, Tangerang, Banten. Ini dilakukan sebagai salah satu perwujudan komitmen untuk meningkatkan keandalan listrik.

Proyek PLTU dengan kapasitas 1×315 MW ini baru saja merampungkan pelaksanaan Boiler Hydrotest pada Maret 2019. Artinya, proyek pembangkit listrik ini telah menapaki progress yang signifikan dan direncanakan rampung pada kuartal ketiga tahun 2019 nanti.

“Proyek PLTU Lontar ini berbahan bakar batubara jenis low rank coal (LRC),” ujar Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS, di sela-sela kunjungannya ke proyek pembangunan PLTU Lontar Extension, Jum’at (29/3).

Haryanto menjelaskan pembangunan PLTU Lontar Extension ini berfungsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di regional DKI Jakarta dan Banten. Kehadiran PLTU ini juga akan meningkatkan kapasitas dan keandalan pada sistem Jawa Bagian Barat.

Proyek PLTU Lontar Extension ini dibangun di lokasi pembangkit PLTU 3 Banten existing, dengan progress 87,68 persen. PLTU ini direncanakan akan mulai beroperasi pada September 2019 mendatang.

“Pada akhir tahun ini, masyarakat Banten, Jakarta dan sekitarnya sudah dapat menikmati suplai listrik yang bersumber dari PLTU Lontar Extention,” tegasnya.

Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension Unit #4 dengan kapasitas 1×315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten.

Proyek ini mulai dikerjakan pada April 2016 lalu. EPC dan pelaksanaannya di bawah tanggung jawab PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat. PLTU ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan tekhnologi terbaru yakni super critical dengan batubara low rank coal.

Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Pemerintah yaitu Program 35.000 MW, untuk menambah kapasitas Pusat Pembangkit energi listrik dan dayanya akan di evakuasi melalui sistem transmisi 150 kV (Lontar – Tangerang Baru – Teluk Naga & Lontar – Balaraja), sehingga bisa didistribusikan kepada pelanggan di daerah Banten, DKI Jakarta dan sekitarnya.

Beroperasinya PLTU Lontar extension ini dapat menghemat Rp 1,4 triliun per tahun, dan akan menurunkan Biaya pokok produksi (BPP) PLN.

Jumlah tenaga kerja terdiri dari 2000 tenaga kerja lokal dan 40 orang Tenaga Kerja Asing. “Jumlah tenaga kerja ini terus meningkat di tahun 2019 sejalan dengan pencapaian progressnya. Hal ini tentu memberikan dampak positif secara langsung untuk wilayah Banten dan sekitar,” ujar Haryanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here