Mempawah, Petrominer – Wilayah Kalimantan Barat memperoleh tambahan pasokan listrik dari pembangkit listrik energi baru terbarukan biomassa (PLTBm). Pembangkit ini milik dan dioperasikan oleh PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari, dengan kapasitas 10 Megawatt (MW).
Pembangkit yang dibangun sehak Desember 2016 ini mulai beroperasi, Senin (26/2). Berlokasi di Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Menurut Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Kalimantan, Machnizon, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi salah satu prioritas PLN terutama di regional Kalimantan. Ini untuk menggantikan pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak atau diesel.
“Saat ini di wilayah Kalimantan Barat, presentase pembangkit yang masih menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya masih sebesar 44 persen. Pemerintah melalui PLN terus berkomitmen dalam mengejar target bauran EBT 23 persen di tahun 2025,” jelas Machnizon.
PLN telah menyiapkan jaringan untuk menyalurkan listrik dari PLTBm tersebut ke Sistem Khatulistiwa. Pasokan listrik sebesar 10 MW atau 74 juta kilo watt hour (kWh) per tahun.
“Kami sudah membangun jaringan listrik tegangan menengah (JTM) 20 kilo-volt sepanjang 5,65 kilo meter sirkit (kms) menuju titik interkoneksi di Gardu Induk (GI) Siantan. Langkah ini sebagai komitmen kami dalam mendukung program pemerintah dan menjalankan bisnis yang berwawasan lingkungan,” pungkas Machnizon.

Selain mengedepankan pemerataan kelistrikan untuk daerah-daerah yang belum mendapatkan akses energi listrik, PLN juga mengupayakan listrik dengan tarif yang terjangkau. Salah satunya bekerjasama dengan Independent Power Producer (IPP) EBT.
Dengan beroperasinya pembangkit listrik biomassa ini, biaya pokok penyediaan (BPP) energi listrik di wilayah Kalimantan Barat akan turun. PLN sangat mendukung para pengembang untuk membangun pembangkit listrik dengan green energy seperti ini.
Apalagi potensi sumber EBT di Kalimantan terutama biomassa sangat besar. Dengan luasnya lahan perkebunan sawit, cangkang sawit dapat digunakan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik yang ramah lingkungan dengan harga yang murah dan berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PLTBm Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari, Panahatan, investasi yang dikeluarkan untuk membangun PLTBm ini lebih dari US$ 21 juta.
“Dari total kapasitas terpasang 1×15 Mega-Watt, kami dan PLN sudah sepakat untuk menyalurkan sebesar 10 mega-watt terlebih dahulu sesuai perjanjian jual beli yang ditandatangani tahun 2016 lalu,” ujar Panahatan.
Pembangkit biomassa ini menggunakan bahan bakar EBT, berupa cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu dan limbah pertanian lainnya.
Harga material tersebut berkisar Rp 600/kg. Kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik setahunnya diperkirakan 98.400 ton pertahunnya.
Untuk mengamankan pasokan bahan bakarnya, Rezeki Perkasa telah menjalin kerjasama dengan pengusaha perkebunan kelapa sawit (PKS) yang berada tersebar di Provinsi Kalimantan Barat. Kedepannya akan dijalin kerjasama dengan pihak pemilik lahan untuk membuat koperasi demi meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.








Tinggalkan Balasan