Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan test drive mobil listrik di Kementerian Perindustrian.

Jakarta, Petrominer – Sejumlah pelaku industri otomotif di Indonesia telah melakukan proyek percontohan untuk kendaraan listrik, melalui prototyping dan proyek percontohan. Ini artinya mereka berkomitmen berinvestasi lebih lanjut.

Para pelaku industri otomotif yang sudah komit mengembangkan kendaraan listrik di antaranya adalah Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Mitsubishi Indonesia, BYD Company, Astra Honda Motor, dan Wuling Motors Indonesia

Ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah. Seperti disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kamis (9/5).

Menurut Airlangga, Pemerintah serius mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Guna mengakselerasinya, Pemerintah telah menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur agar para pelaku industri otomotif tertartik untuk investasi.

“Perpres sebagai payung hukum sedang diformulasikan terutama mengenai persyaratan yang akan menggunakan fasilitas insentif. Dalam implementasi, pada tahap awal akan diberlakukan melalui bea masuk nol persen dan penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik,” jelasnya.

Pengembangan itu tergantung pada hasil prototipe dan kesuksesan investasi mereka di pasar domestik. Beberapa dari industri otomotif akan melakukan pre-marketing project, karena harga kendaraan EV 30-50 persen lebih mahal dibandingkan kendaraan mesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE).

Airlangga menambahkan, ada juga pemain dari China, yakni BYD, yang minat berinvestasi di Indonesia. Rencananya, BYD bakal melakukan pilot project di bidang commercial vehicles seperti bus.

“Tetapi tergantung pasarnya, jika produsen lain, seperti Wuling dan DFSK sudah punya fasilitas, akan lebih mudah bagi mereka untuk investasi di kendaraan listrik,” imbuhnya.

Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia akan menjadi peluang besar karena industri otomotif di dalam negeri telah memiliki struktur manufaktur yang dalam, mulai dari hulu sampai hilir. “Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine yang diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen. Ini yang menjadi andalan ekspor kita,” ungkap Airlangga.

Selain itu, potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar, dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai US$ 13,76 miliar sepanjang tahun 2018. Saat ini, empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global. Bahkan, telah memiliki ekosistem yang menyerap banyak tenaga kerja, hingga lebih dari satu juta orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here