Pastikan Kesiapan Energi Dukung Industri, DEN Sambangi Kawasan Industri

0
111
Para Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (APK DEN) saat meninjau salah satu pabrik dalam kunjungannya ke Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Kamis (12/2).

Batang, Petrominer – Para Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (APK DEN) melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Kamis (12/2). Kedua kawasan ini dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan industri nasional sekaligus motor penggerak hilirisasi dan transisi energi Indonesia.

Kunjungan ini menegaskan pentingnya kesiapan pasokan dan infrastruktur energi untuk mendukung industrialisasi, mengingat sektor industri menyerap sekitar 46 persen konsumsi energi nasional. Melalui PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), Pemerintah mengarahkan transformasi bauran energi, peningkatan EBT, dan pengurangan energi fosil guna mewujudkan sistem energi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Di Kawasan Industri Kendal, DEN meninjau langsung sejumlah industri berbasis energi baru terbarukan dan teknologi tinggi. Di antaranya PT BTR, perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi material anoda baterai litium dalam skala besar. Serta PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), pabrik panel surya terintegrasi terbesar di Indonesia yang resmi beroperasi pada Juni 2025.

Menurut Satya, pesatnya aktivitas industri tersebut berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan energi. Dengan luas pengembangan sekitar 2.200–2.700 hektare, Kawasan Industri Kendal saat ini mencatat konsumsi listrik tahunan pada kisaran 400–600 GWh dan berpotensi meningkat hingga 1,5–2,5 TWh per tahun dalam kondisi okupansi penuh. Selain listrik, gas bumi juga menjadi energi vital, terutama untuk proses produksi berbasis panas seperti boiler dan furnace.

Kunjungan berlanjut ke Kawasan Industri Terpadu Batang yang dikembangkan dengan konsep “Batang Waterfront City” seluas 3.500 hektare. Kawasan ini diproyeksikan memiliki kebutuhan listrik hingga 3.693 MW, dengan proyeksi permintaan gas pipa mencapai 14,79 BBTUD pada tahun 2029.

Di kawasan ini, para anggota DEN meninjau operasional PT SEG Solar Manufaktur Indonesia yang menghadirkan fasilitas manufaktur fotovoltaik terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, ynag mencakup produksi sel surya dan modul surya. Selain itu, PT KCC Glass Indonesia turut memperkuat struktur industri kawasan melalui manufaktur kaca lembaran (flat/float glass) skala besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here