Sejak Maret 2015, PLTGU Belawan menggunakan Bahan Bakar gas yang berasal dari gas LNG ex Lapangan Tangguh Papua yang kemudian di proses regasifikasi di Terminal LNG Arun lalu disalurkan melalui pipa gas sepanjang lebih dari 300 km ke Belawan.

Jakarta, Petrominer – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menambah pasokan gas bumi melalui pipa maupun gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Tambahan pasokan ini untuk mendukung upaya PLN memenuhi pasokan listrik dan sekaligus meningkatkan serapan gas bumi.

Menurut Deputi Keuangan dan Monetisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Arief S. Handoko, sebanyak tiga kargo LNG akan dikirim dari Kilang LNG Bontang akhir Februari dan Maret 2021. Selain itu, ada juga tambahan 70 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi yang dikirim melalui pipa dari wilayah-wilayah kerja migas di Sumatera dan Jawa.

“Tidak mudah merealisasikan ini dalam waktu singkat. Namun demikian terwujudnya tambahan pasokan ini membuktikan komitmen penuh semua pihak untuk membantu PLN,” kata Arief, Jum’at (26/2).

Direktur Energy Primer PLN, Rudy Hendra P mengatakan, penambahan ini merupakan langkah strategis untuk terus menjaga pemenuhan pasokan listrik bagi pelanggan sekaligus meningkatkan serapan gas bumi Nasional. Oleh karena itu, dia mengapresiasi SKK Migas atas dukungan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi SKK Migas yang telah mendukung penambahan serapan gas ini,” kata Rudy.

Menurutnya, saat ini PLN tengah menjalankan program gasifikasi untuk 55 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dengan mengkonversi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis High Speed Diesel (HSD) menjadi gas. Program ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 13 Tahun 2020.

“Ini untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Kami sangat berharap program gasifikasi bisa diakselerasi, baik untuk pembangkit yang sudah operasi maupun pembangkit yang saat ini dalam tahap konstruksi, agar bisa secara paralel disiapkan infrastruktur gasnya,” ungkap Rudy.

Kerjasama hulu migas dan PLN ini diharapkan dapat terus berlanjut. Ke depannya, SKK Migas dan KKKS menyatakan siap memberikan dukungan terhadap program gasifikasi yang tengah dijalankan oleh PLN untuk 55 PLTD menjadi gas.

PLN berharap program gasifikasi pembangkit ini bisa diakselerasi. Sebab, program konversi BBM ke gas ini dapat meminimalkan ketergantungan konsumsi pembangkit PLN terhadap BBM, yang sebagian besar masih diadakan melalui impor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here