Pekerja PT Pertamina Gas sedang melakukan pengaturan penyaluran gas di Stasiun Kompresor Gas di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara.

Jakarta, Petrominer – PT Pertagas Niaga (PTGN) sudah bisa memenuhi kebutuhan gas untuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyusul kembali normalnya pasokan gas dari lapangan gas blok A yang dikelola Medco E&P Malaka di Aceh Barat. Sebelumnya, pasokan sempat mengalami penurunan karena adanya program pemeliharaan sumur gas beserta fasilitasnya.

President Director PTGN, Linda Sunarti, menjelaskan bahwa pasokan gas sudah kembali normal pada kisaran 48-54 BBTUD sejak Jum’at (9/7). Kondisi ini menjadi kabar baik bagi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), yang kini dapat kembali memproduksi pupuk setelah berhenti produksi hampir tiga bulan terakhir ini.

“Dengan suplai gas yang terjamin, diharapkan dapat mendukung komitmen PIM untuk menjadi perusahaan pupuk dan petrokimia yang kompetitif dan menghidupkan kembali geliat industri di Aceh. Khususnya industri pupuk, serta mendorong penurunan harga produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan daya siang industri pupuk domestik,” ujar Linda dalam keterangan pers tertulis yang diterima PETROMINER, Kamis (15/7).

Dia menegaskan, sebagai bagian dari Subholding Gas PT PGN Tbk, PTGN berkomitmen memenuhi kebutuhan gas alam untuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang menjadi prioritas utama, khususnya untuk PIM.

Sebelumnya sejak Maret 2021, pasokan untuk PIM mengalami penurunan dikarenakan adanya program pemeliharaan terhadap sumur gas beserta seluruh fasilitasnya. Hal ini mengakibatkan PIM untuk sementara waktu tidak dapat berproduksi dikarenakan keterbatasan gas sebagai salah satu bahan baku pupuk.

“Kami berupaya maksimal guna mencukupi kebutuhan gas baik bagi sektor industri, kelistrikkan dan pupuk. PTGN yang ditunjuk dan ditugaskan untuk melakukan pengelolaan dan pengaturan operasi penyaluran gas di Wilayah Sumatera Bagian Utara sejak 1 Juni 2020,” ujar Linda.

PTGN memiliki pasokan sekitar 70 BBTUD untuk wilayah Aceh dan Sumbagut, sedangkan untuk demand sekitar 60 BBTUD. Selain untuk PIM, PTGN juga menyuplai konsumen industri di KEK Sei Mangkei, dan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

“Salah satu upaya yang dilakukan PTGN menjaga stabilisasi penyaluran gas adalah berkoordinasi dengan PT Pertamina Gas dalam melakukan pengaturan operasi penyaluran gas,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here