, ,

Pasokan Avtur Bandara Samarinda Baru Ditambah 300 Persen

Posted by

Balikpapan, Petrominer – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI menambah penyaluran bahan bakar avtur untuk penerbangan dari dan ke Samarinda. Ini sebagai bagian dari upaya mendukung operasional Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto atau Bandara Samarinda Baru, Kalimantan Timur.

“Dengan penambahan jadwal penerbangan khususnya long flight, Pertamina siapkan tambahan volume BBM jenis avtur hingga 300 persen dari penyaluran sebelumnya,” ujar Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha, Rabu (20/11).

Kesiapan Pertamina dalam menambah stok avtur di Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU) APT Pranoto ditandai dengan pengisian 7.200 Liter Avtur ke Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Garuda Indonesia rute baru Samarinda – Jakarta, Rabu pagi.

Yudi menjelaskan, sebagai dukungan terhadap beroperasinya Bandara baru ini, pada Agustus 2017 lalu project pembangunan DPPU APT Pranoto ini mulai dilaksanakan. Ditandai dengan penandatangan kesepakatan bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Direktorat Jenderal Perhubungan APT Pranoto pada 15 Agustus 2017 di Harris Hotel Samarinda.

“Project tersebut mulai dilaksanakan sejak medio 2017. Untuk mendukung maskapai yang beroperasi, Pertamina membangun DPPU di atas lahan seluas 11.000 m2,” katanya.

Setelah beroperasinya Bandara Samarinda Baru, Pertamina kini mendapatkan tambahan 5 jadwal penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia, Batik Air, Wings Air dan Xpress Air. Untuk mangakomodasi kebutuhan tersebut di DPPU APT Pranoto telah disiapkan tangki dengan kapasitas 140.000 liter. Penyaluran avtur per harinya pun diestimasi dapat mencapai angka 40 KL per hari.

“Sebagai ibukota provinsi Kaltim kami yakin bahwa kedepannya penerbangan dari dan ke Samarinda akan semakin padat. Kami pun siap mengawal dinamika tersebut,” tambah Yudi.

Saat ini, Pertamina telah mengelola sebanyak 63 DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjual produk Avtur dan Avgas. Pertamina memproyeksikan peningkatan permintaan Avtur di Indonesia berada di kisaran 2,5 – 6 persen per tahun. Dalam dua tahun terakhir, konsumsi Avtur telah berada di kisaran 4 juta kiloliter per tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *