Salah satu lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) memastikan tetap berkomitmen dan konsisten fokus melayani masyarakat, termasuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas hingga seluruh pelosok negeri.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, pasca restrukturisasi perusahaan yang dilaksanakan sejak Juni 2020 lalu, Pertamina berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat dan memberikan manfaat lebih besar kepada seluruh pihak yang berkepentingan.

“Pertamina pastikan dengan restrukturisasi ini pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik, karena akan semakin fokus dalam menjalankan service and operation excellence. Penugasan ini termasuk penyediaan dan penyaluran BBM PSO maupun implementasi BBM Satu Harga,” ujar Fajriyah, Rabu (29/7).

Fajriyah menjelaskan, IPO atau penawaran umum perdana saham yang rencananya dilakukan pada sub holding ataupun anak perusahaan merupakan salah satu alternatif cara Pertamina Group mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha ke depan. Ada juga mekanisme lain, seperti partnership maupun pendanaan obligasi dan perbankan.

Rencana IPO, disebutnya, tidak akan diterapkan di level Pertamina, namun di anak perusahaan yang bersifat operasional. Penugasan-penugasan dari Pemerintah akan tetap menjadi tanggung jawab Pertamina dan Pertamina akan terus berkomitmen menjalankannya melalui fungsi di internal maupun secara operasional di sub holding dan anak perusahaan.

“IPO adalah salah satu alternatif cara mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha dan tidak akan mempengaruhi kinerja penugasan Pemerintah kepada Pertamina,” ungkap Fajriyah.

Sebagai wujud komitmen, sepanjang tahun 2017-2019, Pertamina telah berhasil menyalurkan BBM di 161 titik BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. Sementara tahun 2020, lembaga penyalur BBM Satu Harga akan bertambah dengan target 83 titik. Per Juli 2020, 77 persen sedang dalam proses pembangunan dan 15 persen dalam proses perizinan.

“Bahkan pada akhir bulan Juli ini, dijadwalkan akan ada penambahan lima titik BBM Satu Harga yang akan beroperasi, yaitu di Nias Barat Sumut, Dompu NTB, Tojo Una-Una Sulteng, Angkinang Kalsel, dan Seram Bagian Timur Maluku,” jelasnya.

Sub Holding Gas

Mengenai pelayanan gas yang dilakukan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai sub holding gas, Pertamina menegaskan bahwa seluruh penugasan dari Pemerintah tetap berjalan sesuai target.

Seperti yang diketahui, PGN menjadi sub holding pertama yang melaksanakan implementasi IPO sejak tahun 2003. Sejak saat itu, pembangunan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi semakin meningkat hingga saat ini. Dengan pengembangan disitribusi yang meluas ke beberapa wilayah baru, diikuti dengan pengembangan jaringan gas rumah tangga disekitar pusat ekonomi yang ditumbuhkan oleh adanya pipa distribusi.

Bahkan sejak IPO, khususnya pengembangan jargas PGN telah menunjukkan kenaikan sambungan rumah tangga yang signifikan. Dari sekitar 64.800 Sambungan Rumah (SR) menjadi sekitar 399.600 SR pada tahun 2019. Pembangunan jargas telah melayani daerah pelosok seperti Aceh, Kalimatan Utara (Tarakan), Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sorong.

“Dari tahun 2000–2019, sebaran penugasan jargas mandiri maupun jargas APBN yang dibangun PGN Group sebanyak 399.600 SR di 17 propinsi dan 60 kabupaten/kota, dengan total infrastruktur pipa sekitar 3.800 km,” ungkap Fajriyah.

Di tahun 2020, meski sempat terkendala oleh pandemi Covid-19, PGN konsisten untuk melanjutkan pembangunan jargas, dengan target 127.800 SR di 23 Kabupaten/kota.

“Selain untuk ketahanan energi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, program jargas juga memberikan benefit pada penggunaan TKDN sampai dengan 70 persen, dan dapat menyerap tenaga kerja lokal sekitar 39.000 pekerja,” jelasnya.

PGN andil dalam menempatkan jargas rumah tangga sebagai prioritas utama, sesuai dengan target RJPMN pemerintah untuk mewujudkan 4 juta SR, penghematan subsidi LPG sebesar Rp 3,3 triliun, serta pengurangan impor LPG sebesar Rp 17, 25 triliun di tahun 2024.

“Penugasan BBM Satu Harga dan pembangunan jargas merupakan komitmen Pertamina Group dan bukti komitmen dalam memberikan kemudahan akses, kehandalan dan pelayanan dalam penyediaan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Fajriyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here