, ,

Pakai Listrik EBT, Polychem Bisa Lebih Produktif dan Efisiensi

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) siap memasok listrik ke PT Polychem Indonesia Tbk. untuk mendukung operasionalnya. Sebelumnya, Polychem Indonesia menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mandiri berkapasitas 2×15 Mega Watt (MW) untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

Dengan beralih ke listrik PLN, Polychem Indonesia dapat dapat lebih mengoptimalkan produktivitas dan pengendalian dampak lingkungan serta menjadi lebih mudah dan efisien. Tentunya, kondisi tersebut membuatnya bisa lebih kompetitif.

“Tak hanya itu, Polychem Indonesia juga akan membeli Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN sebagai bentuk dukungan untuk mencapai target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emissions tahun 2060 serta menggunakan fasilitas internet yang disediakan oleh anak usaha PLN, Icon+,” ujar Executive Vice President Retail Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Abdul Farid, Kamis (3/2).

Kesepakatan Insentive Captive, REC dan Internet Icon+ ditandatangani oleh Finance & Accounting Director Polychem Indonesia Gunawan Halim dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten Sandika Aflianto. Turut menyaksikan secara daring Abdul Farid, serta Direktur General Affairs dan Human Resource Polychem Indonesia, Wiji Santoso.

Farid menjelaskan, PLN dalam memberikan layanan terbaik untuk pelanggan Industri adalah dengan Layanan Progresive Captive Power Acquisition. Di mana melalui layanan ini, pelanggan yang memiliki pembangkit mandiri untuk memenuhi kebutuhan listrik, dapat mematikan pembangkitnya dan mendapatkan pasokan listrik secara penuh melalui PLN.

“PLN memahami Polychem Indonesia tidak hanya memerlukan kebutuhan dukungan kelistrikan yang andal, namun juga pengakuan atas penggunaan energi listrik yang berasal dari energi terbarukan,” ungkapnya.

Kerja sama ini tentu saja memberikan keuntungan bagi seluruh pihak, baik PLN maupun Polychem Indonesia. Bagi PLN, melalui kerja sama ini PLN dapat menjalankan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan listrik. Sementara bagi Polychem Indonesia, dengan adanya kerja sama ini potensi penghematan yang didapatkan tentu saja menjadi lebih besar sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas perusahaan.

Selain itu, dengan menggunakan pasokan listrik dari PLN, Polychem Indonesia akan mendapatkan manfaat penghematan biaya operasional serta pengendalian dampak lingkungan menjadi lebih mudah dan efisien. Terlebih dengan adanya pembelian REC, untuk tiap 1 unit REC yang dibeli, menyatakan bahwa 1 MWH listrik tersebut berasal dari sumber energi terbarukan.

Pada kesempatan yang sama, Wiji Santoso mengakui jika faktor energi di industri manufaktur sebagai kebutuhan primer menyumbang cost cukup besar. Oleh karena itu, transisi energi dari pembangkit mandiri ke PLN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya sehingga dapat lebih kompetitif di pasar.

“Begitu juga dengan industri yang menggunakan produk kami dapat mendapatkan manfaat dari efisiensi ini dan meningkatkan produksi mereka. Sehingga manfaatnya dapat kembali ke PLN juga,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *