, ,

Optimis, Ekonomi Indonesia 2026 di Atas 5 Persen

Posted by

Jakarta, Petrominer – Banyak pihak telah menyatakan optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada di atas 5 persen. Meski begitu, tiga lembaga pemerintah memberikan prediksi (outlook) berbeda-beda.

Senior Economist Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah Rejalam, menyebutkan Bank Indonesia memprediksi perekonomian Indonesia tahun 2026 berkisar antara 4,7 sampai 5,5 persen. Sementara Kementerian Keuangan memprediksi antara 5,2 sampai 5,8 persen; dan prediksi Bappenas ekonomi Indonesia akan berada di rentang 5,8 sampai 6,3 persen.

“Kami melihat apabila Pemerintah dapat mengeksekusi program-program kekhususan, maka ekonomi bertumbuh 3 sampai 4  persen. Tanpa melakukan tindakan apapun, ekonomi bertumbuh 5 persen. Karena itu untuk bisa bertumbuh di atas 5 persen, diperlukan langkah eksekusi yang lebih baik,” ujar Piter pada the 3rd Trade, Tourism & Investment Business Forum yang diselenggarakan Kristamedia Pratama, Selasa (2/12).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan berkaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja. Itu sebabnya Indonesia harus meningkatkan efisiensi ekonomi, yang caranya dengan melakukan perbaikan sistem hukum termasuk juga mengurangi hambatan atau menyederhanakan prosedur investasi dan juga menghilangkan korupsi.

“Dengan melakukan reformasi di segala sektor, maka diharapkan ekonomi ke depannya akan lebih efisien,” tegas Piter.

Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, yang kehadirannya diwakili Deputi Promosi BKPM, Nurul Ichwan, menyampaikan pihaknya menargetkan investasi Rp 2.175,26 triliun tahun 2026. Angka ini naik 14,2 persen dari target tahun 2025, dengan fokus pada hilirisasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Sektor minyak dan gas bumi (migas) sesuai roadmap di tahun 2026 ditargetkan investasi domestiknya mencapai US$ 69,3 miliar. Sementara dari sektor pertambangan mineral dan batubara ditargetkan masuk investasi senilai US$ 498,4 miliar.

“Penguatan arus investasi ini juga berimplikasi langsung pada sektor-sektor pendukung perekonomian, termasuk pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions), yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas bisnis dan rantai pasok nasional,” ungkap Nurul Ichwan.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan tahun 2026 menjadi periode penting bagi akselerasi industri nasional. Dia menanggapi secara positif berbagai kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk berbagai kebijakan di sektor moneter dan sosial, sehingga berdampak langsung terhadap sektor industri MICE.

Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada para pelaku usaha mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE yang menjadi motor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Daud.

Rangkaian sesi dalam Business Forum membahas proyeksi ekonomi 2026. Forum ini juga membahas peluang dan tantangan ke depan termasuk berbagai dinamika ekonomi global dan regional, kebijakan percepatan investasi, serta pandangan strategis berbagai sektor industri dan perdagangan.

Sementara rangkaian pameran industri makanan dan minuman Krista Exhibitions tahun 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Jakarta. Pameran diawali di kota Yogyakarta melalui Jogja Food & Beverage Expo yang berlangsung bersamaan dengan Jogja International Printing Expo dan Jogja Pack Expo.

Rangkaian pameran berlanjut ke Surabaya dengan IIFEX–Eastfood Indonesia Expo, kemudian Bali Interfood Expo dan ditutup dengan pameran makanan minuman terbesar di Asia Tenggara, SIAL Interfood Expo, yang diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan All Indonesia Cooltech Expo di NICE PIK, Jakarta.

Selain sektor makanan dan minuman, Krista Exhibitions juga menghadirkan pameran di bidang kecantikan, tekstil, kesehatan, serta teknologi audiovisual, pencahayaan, dan panggung melalui penyelenggaraan IndoBeauty Expo, Indo Leather & Footwear Expo,Indo Garment & Textile Expo, IndoHealthcare Gakeslab Expo, serta PRO AVL Indonesia Expo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *