Wina, Austria, Petrominer — Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk memangkas produksinya hingga 1,2 juta barel per hari (bph). Pengurangan produksi yang dilakukan sejak tahun 2008 ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meredam penurunan harga di tengah berlimpahnya produksi minyak mentah dunia.

Keputusan pemangkasan produksi OPEC tersebut disampaikan dalam Sidang ke- 171 OPEC yang digelar di Wina, Rabu (30/11). Ini merupakan pemangkasan produksi yang pertama kalinya dilakukan sejak 2008, setelah Arab Saudi menerima proposal pengurangan produksi minyaknya dan menarik tuntutannya kepada pesaing utamanya Iran untuk memangkas produksi.

Tidak hanya itu, Rusia yang bukan anggota OPEC juga akan turut memangkas produksi minyak untuk pertama kali dalam 15 tahun terakhir. Langkah ini diambil demi membantu OPEC menaikkan harga minyak.

OPEC memproduksi sepertiga minyak dunia atau sekitar 33,6 juta bph. Kesepakatan ini akan mengurangi produksi minyak OPEC sampai 1,2 juta bph, mulai Januari 2017.

Arab Saudi akan menjadi pihak terbesar di OPEC yang memangkas produksinya sampai 0,5 juta bph menjadi 10,06 juta bph. Sekutu-sekutunya di Teluk, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar, masing-masing akan memangkas produksi 0,3 juta bph.

Sementara Irak, yang berkilah terus menaikkan kuota produksi minyaknya demi melawan militan ISIS, secara mengejutkan juga sepakat mengurangi produksi minyaknya sampai 0,2 juta bph.

Sebaliknya, negara produsen terbesar kedua di OPEC ini diperbolehkan menaikkan produksi minyaknya dari tingkat produksi Oktober. Ini adalah kemenangan bagi Iran yang sejak lama menyatakan bahwa mereka perlu menutupi hilangnya pangsa pasar akibat dikenai sanksi oleh Barat.

Keputusan tersebut setelah melewati masa-masa negosiasi yang penuh ketegangan. Pertentangan antara Iran melawan Saudi telah mendominasi pada banyak pertemuan OPEC sebelum ini.

Selanjutnya, OPEC berencana melakukan pertemuan dengan produsen minyak non OPEC di Doha pada pekan depan. Sebelumnya Rusia menolak untuk memangkas produksinya tapi hanya akan pertimbangkan pembekuan.

OPEC akan kembali gelar pertemuan pada 25 Mei 2017. Menteri Energi Qatar Mohammed Al Sada menuturkan, pertemuan itu juga akan bahas soal perpanjangan pemangkasan produksi dalam enam bulan ke depan.

Sementara itu dilaporkan bahwa segera setelah keluar keputusan OPEC itu harga minyak patokan Brent naik 9 persen menjadi sekitar US$ 50 per barel. Sektor saham minyak global pun ikut melonjak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here