Mulai Dibangun, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Karawang

0
64
Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai, namun juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapasitas SDM serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik.

Karawang, Petrominer –  Holding Industri Pertambangan MIND ID, melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI), bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL),  membentuk perusahaan patungan (joint venture) PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan baru ini bakal menjadi ujung tombak pengembangan ekosistem baterai terintegrasi. 

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, mengatakan pembentukan industri strategis berbasis teknologi ini menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik.

“Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujar Dwi Susanto dalam seremoni First Incoming Equipment to Cell, Kamis (15/1). 

Saat ini, CATIB tengah membangun fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack yang dirancang memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama. Selanjutnya, pabrik ini akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

Fasilitas produksi di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial akhir tahun 2026. Ini diharapkan menjadi tonggak bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam mineral, hingga meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di setiap produk kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmennya dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional agar tumbuh secara terintegrasi dan berdaya saing global, serta berkontribusi terhadap pengembangan kepakaran nasional di bidang material  untuk energi.

“Kami berkomitmen memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi,” ujar Aditya.

Proyek ini dibangun di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), dengan total luas 43 Ha, yang terdiri atas dua fasilitas utama. Pertama, Module & Pack (MP) Plant yang Groundbreaking Ceremony-nya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025 lalu, dan telah diselesaikan pembangunan instalasi Battery Manufacture Equipment pada Januari 2026 ini. 

Kedua,  Cell Plant, yang pembangunannya tengah dilanjutkan. Ini merupakan fasilitas untuk memproduksi unit dasar sel baterai, yang kemudian siap dirakit menjadi modul dan paket baterai bagi kendaraan listrik (EV) dan aplikasi energi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here