, ,

Model Reservoir Ala Mahasiswa untuk Optimalkan Produksi Minyak

Posted by

Jakarta, Petrominer – Potensi minyak di Indonesia masih cukup besar untuk digali dan dimanfaatakan guna mendukung program peningkatan produksi nasional. Dibutuhkan inovasi untuk memanfaatkan potensi tersebut yang diperkirakan ada 1.726,6 juta ton minyak.

Tantangan ini mendorong sejumlah mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Pertamina untuk melakukan beragam terobosan. Salah satunya dengan menciptakan model reservoir untuk pengembangan produksi migas hingga 25 tahun ke depan.

Mereka adalah Harith Maulana, Katarina Novita Talo, Rahma Nazilah dan Zhorifah Aqilah. Tergabung dalam Tim Wina Rush Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina.

“Reservoir menjadi tempat di mana cadangan migas terakumulasi untuk dapat diangkat menuju permukaan. Namun jumlah produksi migas reservoir di Indonesia semakin berkurang. Kami merancang skema pengembangan reservoir dengan mengelola kembali sumur yang telah ada, dengan penambahan lima sumur produksi baru dan enam sumur injeksi air untuk mendorong produksi migas,” ujar Harith dalam sebuah wawancara yang dilakukan secara daring beberapa waktu lalu.

Skenario pengembangan reservoir milik Tim Wina Rush ini berhasil menghantarkan mereka menjadi juara pertama dalam ajang ‘Reservoir Simulation Competition’ yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Yogyakarta.

Dalam melakukan pemodelan reservoir tersebut, Tim Wina Rush melakukan sejumlah tahapan seperti melakukan inisialisasi dengan melakukan validasi model reservoir sesuai  data sebenarnya. Dari hasil tersebut, didapati error dengan nilai dibawah satu persen sebagai ketentuan dan pemodelan reservoir dapat dikembangkan lebih lanjut.

Simulasi model reservoir yang digagas Harith dkk terhitung efektif dalam menambah cadangan migas. Tim ini berhasil mendapatkan data pada inisialisasi, nilai Original Oil in Place (OOIP) sebesar 34,16 MMSTB dan tekanan sebesar 2.317 psi serta persentase nilai eror tekanan yang hanya mencapai 0,7 persen. Sehingga hasil simulasi Tim Wina Rush tersebut menjadi efektif dalam melahirkan sebuah kebaruan model reservoir dalam memproduksi migas.

“Jadi dari hasil analisis tersebut kami menyusun skenario dalam pengembangan reservoir secara nyata untuk rencana produksi hingga 25 tahun ke depan,” ungkap Harith.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *