Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian mengusulkan kendaraan bermotor roda empat (mobil) dengan kapasitas maksimal 1.500 cc tidak dikenai PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) terhitung mulai tahun 2022. Apalagi, kendaraan dengan harga penjualan di bawah Rp 250 juta dan local purchase minimal 80 persen ini menguasai segmen pasar sekitar 60 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan dengan jenis tersebut mendominasi pasar mobil di dalam negeri, dan sesuai dengan daya beli masyarakat. Kami berpendapat mobil dengan harga di bawah Rp 250 juta bukan lagi merupakan barang mewah, namun telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, Rabu (5/1).

Agus menjelaskan, kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas di bawah 1.500 cc telah menguasai segmen pasar sekitar 60 persen, dengan harga penjualannya berada di kisaran Rp 250 juta. Spesifikasi seperti itu sesuai dengan istilah “mobil rakyat”.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa usulan bebas pajak tersebut dapat menjaga kelangsungan industri otomotif di tahun 2022 dan selanjutnya. Pasalnya, kebijakan stimulus PPnBM DTP (PPnBM yang Ditanggung Pemerintah) telah terbukti mampu menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif di tanah air, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri kompenen otomotif.

Implementasi stimulus PPnBM DTP yang telah berjalan sejak Maret hingga Desember 2021 menunjukkan hasil signifikan terhadap peningkatan penjualan mobil. Pada Maret-November 2021, penjualan mobil yang menjadi peserta program stimulus PPnBM DTP mencapai 428.947 unit, atau meningkat 126,6 persen dari periode yang sama tahun 2020 sebesar 189.364 unit.

Berkat peningkatan penjualan mobil tesebut, industri alat angkut pada triwulan II dan III tahun 2021 juga merasakan dampak positif. Dengan pertumbuhan di masing-masing periode tersebut sebesar 45,2 persen dan 27,8 persen.

“Selain itu, 319 perusahaan industri komponen Tier 1, serta industri komponen Tier 2 dan 3 yang sebagian besar merupakan industri kecil dan menengah (IKM) bisa terlibat dalam proses manufaktur dengan adanya kebijakan diskon PPnBM tersebut,” ujar Agus.

Guna memperkuat struktur industri otomotif di dalam negeri, Pemerintah juga memiliki tujuan objektif, yakni bagaimana mendorong agar pendalaman manufakturnya terjadi sebanyak-banyaknya di Indonesia. Itu sebabnya selain mendorong investasi dan relokasi ke Indonesia, Pemerintah juga sudah memasukkan usulan kriteria dan kategori mobil rakyat ini kepada Menteri Keuangan.

Tingkat kandungan lokal yang tinggi juga menunjukkan bahwa produksi mobil tersebut mendukung pertumbuhan industri komponen di dalam negeri. Saat ini, terdapat 550 perusahaan industri komponen Tier 1 dan 1.000 perusahaan industri komponen Tier 2 dan 3, yang sebagian besar adalah IKM.

“Selain itu, dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi, industri mobil di tanah air makin berpeluang menjadi basis ekspor kendaraan, terutama untuk negara-negara berkembang,” papar Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here