Tindakan vaksinasi kepada para relawan Tim ERT oleh Tim Medis DSLNG dan Kementerian ESDM di Palu, Sulawesi Tengah.

Jakarta, Petrominer – Memasuki hari kesepuluh pasca gempa dan tsunami di wilayah Palu dan sekitarnya, masalah kesehatan menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian. Hal ini memicu PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) untuk membantu memberikan vaksin Toksoid Tetanus (TT) kepada sekitar 200 petugas evakuasi korban gempa.

Ketua Tim Tanggap Darurat DSLNG, dokter Gitawan Sapta Permana, mengemukakan bahwa resiko infeksi bagi masyarakat yang selamat maupun petugas dan relawan yang melakukan pencarian korban meninggal akibat gempa dan tsunami perlu diantisipasi. Apalagi, kondisi korban meninggal mulai hari ketiga sudah mengalami pembusukan.

“Oleh karena itu, mereka yang beraktivitas di lokasi yang banyak puing-puing, reruntuhan, harus mewaspadai jangan sampai terkena benda tajam. Luka terbuka akibat benda tajam rentan terkena infeksi,” jelas Gitawan, Senin (8/10).

Untuk membantu pencegahan infeksi (terutama untuk tetanus), Tim Medik DSLNG bersama dengan Tim Tanggap Darurat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan vaksinasi TT kepada sekitar 200 petugas evakuasi yang berasal dari berbagai perusahaan tambang. Vaksinasi dilakukan di Posko Tanggap Darurat Kementerian ESDM, Sabtu malam lalu (6/10).

Vaksinasi juga dilakukan kepada sekitar 60 orang jurnalis lokal maupun nasional yang bertugas di Palu. Kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu.

Lebih lanjut, Gitawan menjelaskan bahwa masih ada masalah kesehatan lainnya yang perlu diperhatikan, terutama terkait sanitasi maupun masalah psikogenik. Ini merupakan masalah kesehatan yang paling krusial pasca gempa dan tsunami.

“Masalah kesehatan yang paling krusial pasca bencana besar seperti gempa dan tsunami antara lain terkait dengan sanitasi. Karena biasanya, air bersih sulit diperoleh di lokasi-lokasi yang tertimpa bencana. Penyakit yang paling sering muncul terkait sanitasi adalah diare,” jelasnya.

Mereka yang berhasil selamat dari bencana besar biasanya, lanjut Gitawan, juga mengalami trauma dan kecemasan yang membutuhkan pendampingan atau konseling.

Posko Tanggap Darurat DSLNG yang berlokasi di Puskesmas Sangurara, Palu Barat, telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 328 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 295 orang mendapatkan pelayanan medis, 33 orang mendapatkan pendampingan trauma, tiga orang dirawat di posko, dan dua orang dirujuk ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tindakan vaksinasi kepada para jurnalis oleh Tim Medis DSLNG dan Kementerian ESDM di Palu, Sulawesi Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here