Migas Sumbagsel: Alih-alih Tahan Penurunan, Produksi Justru Naik

0
934
Foto bersama tim Perwakilan SKK Migas Sumbagsel dan Jambi Field di lokasi sumur pengembangan PPS-020 di Desa Talang Duku, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, Jambi.

Lampung, Petrominer – Upaya SKK Migas bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memenuhi target produksi dan lifting minyak dan gas bumi (migas) terus membuahkan hasil. Tidak hanya berhasil menekan laju penurunan produksi alamiah, mereka bahkan mampu mendongkrak produksi lebih tinggi dari sebelumnya.

Sampai September tahun 2025, produksi minyak di wilayah Sumbagsel mencatat kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan serupa juga dicapai produksi gas, yang sukses menahan laju penurunan alamiah.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Yunianto, mengatakan capaian ini merupakan buah dari keberhasilan realisasi program kerja. Mulai dari survei seismik untuk menentukan titik pengeboran yang akurat, pengeboran ekplorasi untuk menambah cadangan, pengeboran pengembangan, selesainya sejumlah proyek, serta kerja ulang sumuran dan perawatan fasilitas untuk menambah produksi.

“Produksi minyak di wilayah Sumbagsel Januari–September 2025 rata-rata sebesar 68.391 barel per hari (barrel oil per day/BOPD). Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 66.990 BOPD,” ungkap Yunianto saat membuka Rapat Kerja SKK Migas-KKKS, Rabu (5/11).

Rapat kerja ini diikuti sekitar 300 peserta dari tim lifting, komersial dan operasi produksi KKKS Wilayah Sumbagsel. Mengusung tema ”Mewujudkan Asta Cita Swasembada Energi Melalui Peningkatan Produksi dan Lifting Wilayah Sumbagsel.”

Dalam kesempatan itu, SKK Migas menyampaikan apresiasi atas hasil kerja semua KKKS. Capaian ini disebutnya sebagai buah dari kolaborasi dan kerja sama semua pihak, baik KKKS maupun pemangku kepentingan.

“Kami sangat apresiasi hasil kerja keras semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama Wilayah Sumbagsel karena tidak hanya berhasil menekan laju penurunan produksi alamiah yang sebesar 30 persen per tahun, bahkan mampu mendongkrak produksi untuk incline lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” tegas Yunianto.

Untuk produksi gas, wilayah Sumbagsel juga berhasil menekan laju penurunan produksi alamiah, dari 30 persen per tahun menjadi hanya 6,98 persen pada periode Januari–September tahun 2025. Laju penurunan alamiah ini akan terus ditekan hingga akhir tahun ini.

Sampai September 2025, produksi gas wilayah Sumbagsel sebesar 1.464 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), turun sedikit dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 1.574 MMSCFD.

“Kami optimis, pada tahun-tahun mendatang produksi gas Sumbagsel akan mengalami incline seperti produksi minyak di wilayah Sumbagsel,” tegas Yunianto.

Lifting

Dalam kesempatan tersebut, Yunianto juga menyampaikan realisasi salur gas Sumbagsel periode Januari–September 2025 yang telah melebihi target dalam Work, Program and Budget (WP&B) sampai 101,71 persen. Sesuai target WP&B 2025, salur gas dipatok sebesar 1.165,94 MMSCFD, namun realisasi penyaluran gas sampai September 2025 adalah 1185,87 MMSCFD.

Sementara capaian lifting minyak sudah mencapai 93,44 persen dari target, yaitu 68.050 BOPD. Target lifting minyak dalam WP&B wilayah Sumbagsel sebesar 72.830 BOPD.

”Capaian ini tentu merupakan hasil kerja yang baik dari semua rekan-rekan KKKS Wilayah Sumbagsel, untuk itu kami ucapkan terimakasih dan apresiasi,” ungkapnya.

Yunianto berharap capaian tersebut bisa menjadi semangat yang positif bagi semua KKKS untuk terus bekerja dengan strategi yang baik dan matang.

”Kita tentu memiliki keinginan yang sama untuk dapat terus mencapai semua target yang dititipkan Pemerintah. Kita tetap terus berkolaborasi, berkoordinasi dan berdiskusi untuk mencari jalan dan upaya bersama agar tidak hanya target tahun 2025 yang tercapai namun juga tahun 2026 mendatang dapat lebih maksimal mewujudkan target,” ucapnya.

Aktifitas pengeboran di sumur LBK-INF12 yang berlokasi di Kecamatan Lembak, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pengeboran

Lebih lanjut, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, menyampaikan bahwa hasil pengeboran pengembangan dan pengeboran eksplorasi di wilayah Sumbagsel sangat menggembirakan.

Alhamdulillah, kami bersyukur atas kehendak Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, dari hasil kegiatan pengeboran pengembangan selama Januari–September 2025 berhasil didapatkan tambahan produksi minyak sebesar 7.971 barel minyak per hari dan tambahan produksi gas sebesar 31,34 juta kaki kubik per hari,” jelas Bambang.

Pengeboran sumur pengembangan yang berhasil antara lain dilakukan Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 4, yang mendapatkan tambahan produksi minyak 5.441 BOPD dan produksi gas 20,74 MMSCFD dari 33 pengeboran sumur pengembangan. Petrochina International Jabung Ltd berhasil menambah produksi minyak 1.596 BOPD dan produksi gas 9,85 MMSCFD dari 6 pengeboran sumur pengembangan. Serta Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 1 berhasil menambah produksi minyak 833,81 BOPD dan produksi gas 0,74 MMSCFD.

Sementara dari pengeboran eksplorasi, ada temuan cadangan baru dengan potensi tambahan produksi sebesar 5.595 BOPD dan 17,24 MMSCFD.

Pengeboran sumur eksplorasi yang berhasil antara lain KKKS Sele Raya Belida dari Sumur Sungai Anggur Selatan–2 sebesar 3.856 BOPD dan 3,2 MMSCFD, dan dari Sumur Sungai Anggur Utara–1 sebesar 1.100 BOPD . Serta Pertamina Hulu Rokan Jambi Merang dari Sumur Padang Pancuran (PPC) sebesar 400 BOPD.

PR Berat

Sementara itu, Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas, Surya Widyantoro, menyampaikan bahwa khusus wilayah Sumbagsel tahun 2026 memiliki PR (pekerjaan rumah) yang cukup berat. Target sumur eksplorasi maupun pengembangan menjadi tugas yang membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak, agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai.

”Sumbagsel punya rencana kerja untuk pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 7 sumur dan kurang lebih akan ada 10 kegiatan survei seismik eksplorasi. Target tersebut merupakan komitmen saat WP&B lalu,” ujar Surya meningatkan.

Melalui Rapat Kerja ini, dia berharap dapat dibangun kolaborasi dan kerja sama serta bertukar informasi dalam rangka mencapai target lifting migas tahun 2025, sehingga perlu langkah-langkah melalui pendekatan yang tepat, seperti eksplorasi yang masif, regulasi yang mendukung, dan adanya sinergi antara seluruh instansi pemerintah dan pelaku industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here