Dari Bintan, Kepulauan Riau, tahap pertama proses sail away jacket anjungan JML1 telah dilaksanakan, Selasa (30/4), untuk menempuh perjalanan laut menuju perairan Kalimantan Timur.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyebutkan bahwa pekerjaan pengembangan lapangan gas Jumelai, North Sisi, North Nubi (JSN) masih sesuai jadwal. Salah satu jacket anjungan telah dikirim dari pabrikan di Bintan, Kepulauan Riau.

“Walau berlangsung di tengah pandemi Covid-19, secara umum kemajuan pekerjaan Proyek JSN masih sesuai target,” ujar General Manager PHM, Agus Amperianto, Sabtu (3/4).

Agus berharap tambahan produksi migas dari proyek ini akan mampu menopang produksi blok Mahakam. Pengembangan ini ditargetkan dapat mendukung 20 persen produksi blok Mahakam pada tahun 2024. Pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMscfd.

Pada 30 Maret 2021 lalu, PHM selaku operator blok Mahakam telah melaksanakan tahap pertama proses sail away (melayarkan ke laut) jacket (kaki) anjungan lepas pantai untuk proyek JSN. Proyek pembangunan tiga anjungan lepas pantai ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 105 juta. Investasi ini hanya untuk pembangunan tiga anjungan, di luar biaya pengeboran.

Tahap pertama proses sail away jacket anjungan JML1 dilaksanakan dari pabrikan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, untuk menempuh perjalanan laut menuju perairan Kalimantan Timur. Selanjutnya jacket akan dipasang di lapangan South Mahakam.

Jacket JML1 ini memiliki berat 565 ton, dengan keseluruhan berat untuk ketiga jacket mencapai 2.000 ton. Bila digabungkan dengan pile dan conductor pipe ketiga jacket tersebut, total berat material dalam sail away ini mencapai 5.000 ton. Selanjutnya, pada pertengahan April 2021, jacket untuk anjungan lepas pantai WPS3 dan WPN4, yang keduanya berada di lapangan Sisi Nubi, akan menyusul dikirim ke lokasi.

Setelah itu akan dilakukan pemasangan instalasi pipeline menuju fasilitas terpasang sepanjang 16 kilometer.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro, menyambut baik tercapainya kegiatan sail away jacket JML1. Ini disebutnya sebagai salah satu milestone utama untuk realisasi proyek JSN tersebut di tengah masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini merupakan upaya SKK Migas dan KKKS untuk mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada tahun 2030.

Selanjutnya SKK Migas mendorong agar milestone berikutnya seperti sail away jacket untuk dua anjungan lepas pantai lainnya (WPS3 dan WPN4) bisa dicapai sesuai dengan tata waktu yang direncanakan. Begitu juga dengan milestone terkait instalasi topside platform, hook-up dan pencapaian target Ready for Drilling (RFD) untuk ketiga anjungan di akhir tahun 2021.

Proyek JSN diharapkan selesai pada kuartal IV tahun 2021. Hingga tanggal 23 Maret 2021, proyek ini telah menghasilkan 1.248.800 jam kerja yang aman tanpa Lost Time Injury (LTI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here