
Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) memprediksi selama periode 15 hari sebelum dan sesudah Lebaran, permintaan bahan bakar minyak (BBM) Premium bakal melonjak 15%. Selama periode liburan itu, konsumsi BBM diperkirakan naik sampai 82.496 kilo liter (KL). Padahal biasanya, rata-rata pemakaian harian hanya 71.906 KL.
“Lonjakan konsumsi BBM selama liburan lebaran diperkirakan sesuai dengan hitungan sebelumnya. Pasalnya, Pertamina semakin mahir memprediksi angka kenaikan BBM,” ujar Senior Vice President Fuel Marketing, and Distribution Pertamina, Muhammad Iskandar, Rabu malam (29/6).
Pernyataan itu bukan isapan jempol semata. Iskandar pun memperlihatkan data grafis hasil pantauan di lapangan dalam beberapa hari terakhir. Data itu diakuinya hampir tepat dengan perkiraan sebelumnya.
Sementara pemakaian BBM jenis lainnya, misalnya Pertamax, dikatakan juga meningkat, dan bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan Premium. Pemakaian Pertamax diperkirakan naik sampai 17 persen, atau dari 10.132 KL harian menjadi 11.847 KL.
Dalam kesempatan itu, Iskandar juga memaparkan dari hasil data dari tahun ke tahun, Pertamax meningkat drastis pada H-3 atau H-4 sebesar lebih dari 80 persen. Jumlah itu lebih tinggi dari Premium.
Beda dari Premium dan Pertamax, pemakaian Solar justru diperkirakan turun 12 persen. Bila normal 35.173 KL, akan menjadi 31.118 KL selama liburan Lebaran.
Menurutnya, Pertamina sudah mempersiapkan strategi khusus sampai ke lapangan buat mengantisipasi lonjakan penggunaan premium dan solar. Selain itu, BUMN ini akan mempertahankan cadangan nasional pada level 17 hari untuk premium dan Solar 28 hari.
“Level stok sampai lebaran, sangat aman. Bahkan sampai hari ini premium posisinya sampai 19 hari. Bergerak terus tapi rata-rata nantinya 17 hari,” kata Iskandar.

























