@Fachry Latief
​(Ki-Ka) ​​Direktur David Thomas Fowler, ​Wakil Presiden Direktur dan CEO Colin Francis Moorhead​, ​​Direktur Utama​ ​Adi Adriansyah Sjoekri​, ​​Direktur​ ​Hardi Wijaya Liong​, ​​Direktur​ ​Rony N. Hendropriyono​, ​Direktur​ ​Michael W.P. Soeryadjaya​, ​​​dan ​Direktur Independen​ ​Chrisanthus Supriyo​ ​​berbincang bersama seusai rapat umum pemegang saham tahunan – luar biasa (RUPS-T dan LB) ​PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di Jakarta, Kamis (8,6). (Petrominer/ Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer — Setelah menyelesaikan konstruksi tambang pada akhir tahun 2016, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah mulai memproduksi perdana emas pada kuartal I 2017. Melalui anak usahanya selaku operator tambang, PT Bumi Suksesindo (PT BSI), emas perdana itu diproduksi dari tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut Direktur Utama MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri, Perseroan mencatat tonggak bersejarah dengan produksi perdana emas pada 17 Maret 2017. Hal ini menandai dimulainya pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang bagi Perseroan dan para stakeholder.

“Kami bersyukur bahwa proses konstruksi selama 18 bulan berjalan dengan baik, sehingga produksi tambang emas di Banyuwangi dapat dimulai dengan lancar. Kegiatan produksi ini merupakan langkah penting bagi Perseroan untuk menjadikan perusahaan tambang modern di Indonesia,” kata Adi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB), Kamis (8/6).

Dia menambahkan, dengan dimulainya produksi emas di Banyuwangi telah membuktikan kemampuan dan komitmen Perseroan dalam membangun dan mengembangkan potensi cadangan emas di wilayah pertambangan Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi. Keberhasilan ini, diharapkan dapat mendorong kinerja positif Perseroan dan memberikan nilai tambah yang optimal kepada seluruh stakeholder.

“Kami memulai produksi emas pada 17 Maret 2017. Selama sembilan tahun ke depan, kami memproyeksikan produksi tahunan rata-rata emas berada dikisaran 100.000 ons emas dan 300.000 ons perak,” jelasnya.

Produksi emas di tambang ini menggunakan metode heapleach atau pelindian yang memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien dengan kebutuhan modal investasi dan biaya operasional yang lebih rendah. Proses heapleach atau pelindian ini sesuai standar industri yang hanya diterapkan pada proyek-proyek dengan jumlah sumber daya mineral yang signifikan.

Direktur Utama​ ​ Adi Adriansyah, didampingi Corporate Secretary Ellie Turjandi dalam jumpa pers usai rapat umum pemegang saham tahunan – luar biasa (RUPS-T dan LB) PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di Jakarta, Kamis (8,6). (Petrominer/Sony)

Target Pendapatan

Corporate Secretary MDKA, Ellie Turjandi, menjelaskan tahap awal kegiatan konstruksi di tambang Tujuh Bukit mengalami tantangan, khususnya curah hujan yang tinggi selama periode September sampai Oktober tahun 2016. Meski demikian, berkat kemampuan sumber daya manusia, proses konstruksi berhasil diselesaikan pada akhir tahun 2016.

Dengan telah dimulainya proses produksi, papar Ellie, Perseroan memasang target pendapatan tahun ini sebesar US$ 130 juta, dengan target produksi 100.000 ons emas pada kisaran harga US$ 1.200 per ons.

“Apabila kondisi berjalan sesuai rencana, neraca keuangan perseroan pada akhir tahun dipastikan positif,” paparnya.

MDKA telah menjual emas pertamanya sebanyak 139 kilogram pada bulan Mei 2017 dan akan meraup US$ 5 juta pada bulan Juni 2017 dari HSBC Hong Kong. Adapun pendapatan yang diterima tahun ini bakal dialokasikan sekitar US$ 20 hingga 30 juta untuk membayar utang kepada perbankan.

Menurut Ellie, perusahaan dalam kegiatan ekspor tahun ini akan berfokus pada dua negara tujuan yakni Hong Kong dan Australia. Perseroan juga telah menandatangani kontrak dengan Bank Nova Scotia. Sementara Perth Mint Australia dan Metalor Singapura sedang dijajaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here