Direktur Jenderal ILMATE, Taufiek Bawazier (kedua kanan), pada acara peluncuran dua model terbaru Mercedes-Benz, E-Class dan S-Class, yang diproduksi di pabrik wanaherang, Bogor, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian mengapresiasi PT Mercedes Benz Indonesia yang mampu memproduksi model sedan termewah dalam line up Mercedes-Benz. Hal ini menunjukkan industri otomotif di Indonesia telah dipercaya sebagai basis produksi kendaraan bermotor semua segmen mulai kelas low, middle sampai premium and luxury.

“Pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, bonus demografi, penetrasi teknologi digital, serta peningkatan tren penggunaan energi baru dan terbarukan, menjadi katalisator transformasi industri kendaraan bermotor nasional menuju teknologi zero emission,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, Senin (29/11).

Taufiek menegaskan, Pemerintah siap memasuki era teknologi zero emission melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan. Selain itu, ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, yang menyebutkan bahwa kendaraan dengan teknologi zero emission seperti BEV dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) produksi di dalam negeri diberikan tarif PPnBM 0 persen.

“Pemerintah mendorong Mercedes Benz agar menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotor, baik konvensional maupun elektrifikasi ke pasar global,” ungkapnya.

Pada Oktober 2021, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Pada lawatannya tersebut, Menperin bertemu dengan pimpinan DAIMLER AG (Mercedes-Benz), dan memaparkan peluang investasi di tanah air bagi produsen kendaraan kelas premium dari Eropa, termasuk potensi Indonesia sebagai basis pengembangan teknologi kendaraan zero emission.

Saat ini, industri otomotif di Indonesia mampu berdaya saing di kancah global. Hal ini terlihat dari capaian jumlah ekspor produk kendaraan roda empat atau lebih, termasuk juga suku cadangnya. Pada periode Januari-September 2021, ekspor kendaraan CBU mencapai 207 ribu unit dengan nilai Rp 37,65 triliun, 62 ribu set untuk CKD dengan nilai Rp 0,96 triliun, dan 65 juta pieces suku cadang senilai Rp 21,86 triliun. Tujuan ekspor otomotif Indonesia telah mencapai lebih ke 80 negara.

Presiden Direktur Mercedes Benz Indonesia, Patrick Schwind, menyampaikan bahwa tahun 2020 merupakan tahun ke-50 Mercedes-Benz beroperasi di Indonesia. Ini ditandai dengan produksi kendaraan bermotor baik penumpang maupun komersial di pabrik Wanaherang, Jawa Barat.

Mercedes Benz Indonesia resmi meluncurkan dua model terbarunya, E-Class dan S-Class, yang diproduksi di pabrik wanaherang. New E-Class dan New S-Class ini menetapkan standar tertinggi di segmen masing-masing dan melengkapi line-up model yang dirakit secara lokal, antara lain A-Class dan C-Class di segmen sedan luxury, GLA, GLC, GLE, dan GLS di segmen SUV, serta AMG A 35 Sedan dan AMG GLA 35 4MATIC untuk segmen performance cars.

“Perusahaan berkomitmen terus beroperasi di Indonesia untuk 50 tahun ke depan dan lebih. Komitmen ini diimpelementasikan melalui penambahan model yang dirakit di dalam negeri secara terus menerus, di antaranya peluncuran E Class dan S Class,” ungkap Patrick.

Upaya tersebut akan berdampak positif terhadap utilisasi, perluasan investasi, penyerapan tenaga kerja dan memperdalam suku cadang otomotif. Hal ini akan memperkuat brand image dan customer loyalty Mercedes Benz di Indonesia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri otomotif di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here