Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) didampingi Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan RDMP Balikpapan, Jum'at (8/11).

Balikpapan, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meninjau lokasi pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Jum’at (8/11). Kunjungan kerja ini untuk memastikan pembangunan tersebut berjalan sesuai target.

Proyek RDMP Refinery Unit V Balikpapan merupakan salah satu dari empat kilang milik PT Pertamina (Persero) yang akan ditingkatkan kapasitasnya. Respon positif dan apresiasi pun disampaikan oleh Arifin usai melakukan kunjungan singkat tersebut. Pasalnya, pembangunan tersebut dipandang bisa diselesaikan lebih cepat dari target.

Dalam kunjungan kerja pertama ke lapangan itu, Menteri ESDM yang belum genap sebulan dilantik ini didampingi oleh Plt. Dirjen Migas, Djoko Siswanto, Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrial, Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, dan Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang.

Arifin menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya Project Monitoring and Controlling. Dalam kesempatan itu, dia mengharapkan agar proyek bisa dipercepat paling tidak tiga bulan, namun dengan tetap menjaga keselamatan kerja dan memperhatikan kemampuan karyawannya.

“Bekerja itu harus cermat, jangan ragu-ragu untuk mencari mitra-mitra yang bisa mendukung tercapainya hasil tersebut dengan resiko yang bisa kita kendalikan, kemudian juga dengan program-program investasi yang massif itu kita bisa selain memikirkan kemampuan finance juga man power kita,” tegasnya,

Kepada manajemen Pertamina, Arifin minta agar mereka dapat sering-sering berkomunikasi dan memberikan motivasi kepada kepala-kepala proyek lapangan agar kegiatan di lapangan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam kesempatan itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimian Pertamina, Ignatius Tallulembang memaparkan berbagai langkah yang dilakukan Pertamina untuk mempercepat penyelesaian RDMP Balikpapan, yang sejak Pebruari 2019 sudah masuk tahap konstruksi. Saat ini, jelasnya, pengadaan seluruh peralatan utama telah mulai dilakukan. Sedangkan pembangunan storage minyak mentah (Central Crude) Lawe-Lawe juga telah dimulai sejak September 2019.

Menurut Ignatius, RDMP RU V Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu per hari. Proyek tersebut juga akan meningkatkan kualitas produk BBM yang dihasilkan dari setara Euro II menjadi setara Euro V. Sedangkan Central Crude Lawe-Lawe memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 2 juta barel minyak mentah.

“Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. Pertamina optimis RDMP Balikpapan tahap 1 akan selesai pada tahun 2023 dan tahap 2 pada tahun 2025,” ujarnya.

Proyek dengan nilai investasi US$ 6,5 miliar ini pada tahap konstruksi diperkirakan menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja dan sekitar 800 orang pada saat kilang sudah beroperasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here