Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan kawasan industri (KI) Brebes untuk mendongkrak pembangunan Jawa Tengah serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Kawasan industri ini digadang menjadi area relokasi sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) dari China, sebagai dampak perang dagang AS-China yang semakin alot.

Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, KI Brebes ditargetkan menjadi core industry untuk beberapa sektor industri, seperti tekstil, makanan, mebel, farmasi dan kesehatan. Pengembangan kawasan industri ini sejalan dengan rencana percepatan pembangunan Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Agus Gumiwang saat melihat langsung kesiangan percepatan pembangunan KI Brebes, Jum’at (29/5). Dalam kunjungan itu, Menperin yang didampingi Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), Dody Widodo, mendengarkan penjelasan dari PT Kawasan Industri Wijayakusuma, selaku BUMN yang ditugaskan sebagai pembangun dan pengelola KI Brebes.

“Kunjungan ini dalam rangka melihat kesiapan KI Brebes, karena peluangnya sangat besar di depan mata. Kalau kita tidak bisa pergunakan atau tangkap, sangat sayang sekali. Rencananya ada relokasi perusahaan industri dari Jepang dan AS yang akan keluar dari China,” ungkapnya.

KI Brebes ditargetkan menjadi core-industry untuk sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman, industri mebel, serta industri farmasi dan alat kesehatan. Khusus untuk sektor farmasi, kebutuhan yang disampaikan industri yang akan relokasi dari China adalah mereka ingin mengembangkan di Pulau Jawa, sehingga Brebes dipandang dapat mengakomodasi kebutuan mereka.

Menurut Agus, akselerasi pengembangan KI Brebes diawali dari hasil rapat terbatas dengan Presiden mengenai Percepatan Pembangunan Jawa Tengah pada Juli 2019 lalu. Dari rapat itu, disebutkan terdapat tiga proyek Quick Wins untuk mendongkrak pembangunan Jawa Tengah. Salah satunya melalui peran KI Brebes.

“Hal ini pula menjadi dasar terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Jawa Tengah, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen,” jelasnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Dody Widodo (kiri) memperhatikan penjelasan terkait progres pengembangan Kawasan Industri Brebes, Jawa Tengah, dalam kunjungan kerja, Jum’at (29/5).

Kunjungan tersebut juga dalam untuk memastikan kesiapan pengembangan KI Brebes, termasuk ketersediaan infrastruktur dalam kawasan industri. Menperin mengapresiasi PT Kawasan Industri Wijayakusuma, selaku BUMN yang ditugaskan sebagai pembangun dan pengelola KI Brebes.

“Saat ini, master plan dan feasibility study KI Brebes sedang disusun. Semoga tahap ini bisa selesai sesuai target pada bulan Juli 2020, walaupun dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini,” paparnya.

Lebih lanjut, Agus berharap, pembebasan tanah untuk pengembangan KI Brebes dengan total luas lahan mencapai 3.976 hektar dapat segera terealisasi. Area ini meliputi tiga wilayah kecamatan, yakni Bulakamba, Tanjung, dan Losari.

Menperin juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes yang mengakomodasi Kawasan Peruntukan Industri untuk KI Brebes. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penerbitan revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Brebes.

“Selanjutnya, posisi ini kembali dikukuhkan dengan terbitnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menetapkan KI Brebes sebagai salah satu KI prioritas,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here