Jakarta, Petrominer – Pri Agung Rakhmanto menilai kata kunci yang perlu menjadi perhatian untuk menghadirkan investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) adalah kualitas regulasi berdaya saing global. Pengamat migas dari Reforminer Institute ini mendesak Pemerintah untuk lebih membuka diri kepada investor.

“Mungkin kita telah banyak melakukan deregulasi, tapi mungkin juga belum kompetitif. Nah, bagaimana dapat menarik eksplorasi, salah satunya fleksibilitas lebih ditingkatkan. Dampak eksplorasi yang paling konkret adalah ketahanan energi itu sendiri,” ungkap Pri Agung, Rabu (3/7).

Dia menyarankan, Pemerintah sebaiknya lebih membuka diri kepada investor agar mereka berminat melakukan eksplorasi. Salah satu caranya, bisa saja dengan memberikan opsi skema kontrak yang ada.

“Harusnya kita membuka ruang, tidak terpaku pada pola yang lama. Semisal production sharing contract atau PSC konvensional diterapkan, antara eksplorasi dan eksploitasi bisa menjadi kesatuan ataupun dipisah. Esensinya kita harus berani keluar dari pola yang sudah dijalankan saja,” jelas Pri Agung.

Tidak hanya itu, Pemerintah juga diharapkan tidak banyak menghasilkan kebijakan yang justru berpotensi mengganggu kesepakatan kontrak yang disepakati sebelumnya. Dalam menerbitkan sebuah kebijakan, Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan apakah hal tersebut akan menarik bagi investor atau justru sebaliknya.

Masih Berpotensi

Hal senada juga disampaikan oleh praktisi migas nasional, Tumbur Parlindungan. Malahan, Tumbuh menegaskan bahwa hal utama yang dibutuhkan investor migas adalah contract sanctity atau pengakuan terhadap kesucian kontrak yang disepakati sebelumnya.

Contract sanctity, itu yang paling utama. Karena investasi migas bersifat puluhan tahun maka investor tidak bisa melakukan evaluasi kalau kontraknya dapat berubah-ubah setiap saat. Itu list teratas permasalahan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Tumbur menyatakan optimis jika potensi cadangan migas Indonesia yang belum ditemukan masih melimpah dan dapat dikembangkan. Kepercayaan itu, dibuktikannya dengan melihat temuan migas berskala besar di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan.

“Persoalannya, bagaimana Pemerintah dapat mengundang para investor global baik skala kecil ataupun besar untuk melakukan eksplorasi di Indonesia,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here