Pontianak, Petrominer — PT PLN (Persero) menyatakan kondisi kelistrikan di sistem Khatulistiwa yang memasok listrik untuk Kota Pontianak-Kubu Raya-Mempawah-Singkawang-Sambas-Bengkayang makin kondusif. Pasokan daya di sistem kelistrikan wilayah itu sudah aman karena adanya cadangan daya sebesar 126 MW.
Menurut General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Bima Putrajaya, semenjak diresmikannya PLTG MPP Parit Baru 4 x 25 MW oleh Presiden Joko Widodo bulan Maret 2017 lalu, daya mampu pembangkit PLN di sistem Khatulistiwa meningkat pesat. Dengan masuknya 4 unit pembangkit masing-masing berkapasitas 25 MW tersebut, maka daya mampu pembangkit PLN menjadi sebesar 426 MW. Sementara beban puncak tertinggi Kalbar saat ini masih di bawah 300 MW.
“Saat ini kita punya cadangan daya sekitar 30 persen dari seluruh kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Bima, Rabu (12/4).
Bahkan ditahun 2017 ini, jelasnya, sistem Khatulistiwa akan mendapatkan tambahan pasokan listrik sebesar 2 x 50 MW dari PLTU Kalbar 1 dan 3. Dengan demikian total daya mampu menjadi 426 MW.
“Kondisi kelistrikan seperti ini tentu saja akan semakin kondusif menopang potensi industri yang tumbuh di Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah,Singkawang, Sambas dan Bengkayang,” papar Bima.
Menurutnya, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat, khususnya sektor industri, PLN Wilayah Kalbar terus berupaya meningkatkan daya mampu mesin pembangkit, baik di sistem Khatulistiwa maupun daerah-daerah isolated, seperti Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara yang telah beroperasi PLTU berkapasitas 2 x 10 MW.
Tidak hanya itu, beberapa Gardu Induk (GI) juga akan dibangun. Satu unit GI dapat menopang kebutuhan listrik sebesar 30 MW, dan itu tentu saja lebih dari cukup untuk sebuah kawasan industri dimanapun lokasinya berada.








Tinggalkan Balasan