PHE ONWJ melindungi kawasan konservasi Mangrove dengan inovasi waring. Lebih dari 20 KM waring sudah terpasang baik di shoreline maupun di nearshore dengan berbagai bentuk inovasi.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berupaya optimal untuk melindungi kawasan pesisir dan kawasan sensitif seperti area konservasi mangrove. Selain melakukan perlindungan offshore dengan menggelar oil boom, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini juga mengembangkan proteksi dengan inovasi waring yang difungsikan sebagai oil spill response equipment (OSRE).

VP Relations PHE, Ifki Sukarya, menjelaskan inovasi ini mengkombinasikan metode “common” oil spill response dengan kombinasi design fishnet (waring), yang disesuaikan dengan penelaahan karakteristik minyak, karakteristik arus, ombak dan jenis pantai. Setelah diaplikasikan di sejumlah tempat, inovasi ini diyakini cukup efektif untuk menghambat sebaran dan melakukan oil recovery.

“Kami berupaya memulihkan kondisi lingkungan. Area mangrove terdampak akan ditanam kembali dan akan dipulihkan dengan cara pembersihan dan biostimulasi yang disesuaikan dengan karakteritik ekosistem mangrovenya” ujar Ifki, Minggu (20/9).

Sedangkan untuk terumbu karang, paparnya, akan dilakukan program transplantasi mangrove dengan inovasi modul honai. Ini merupakan inovasi PHE ONWJ dalam program konservasi mangrove yang dilaksanakan pada masa pemulihan.

Sejauh ini, PHE ONWJ telah mengembangkan empat Inovasi Waring Boom. Pertama, Dynamic Waring Boom, yang bertujuan menangkap tumpahan minyak di perairan dangkal dan ditarik dengan kapal nelayan.

Kedua Fix Static Boom, dengan Trapping Point dan Double Protection untuk menangkap tumpahan minyak, agar minyak yang lolos tidak meluas ke area pesisir, mangrove dan tambak serta menghalangi tumpahan minyak sampai ke Teluk Jakarta.

Ketiga Fix Floating Static Waring Boom, yang dipasang sebagai proteksi melindungi area mangrove dan tambak.

Keempat adalah inovasi Laydown Waring Boom, yang dipasang pada permukaan pasir pantai sebagai proteksi terhadap pasir dan mampu mereduksi secara signifikan jumlah tanah/pasir terkontaminasi pada area yang telah terpasang.

Lebih 11 KM telah dipasang untuk memproteksi area mangrove melalui upaya ini. Hingga saat ini lebih dari 20 KM waring sudah terpasang baik di shoreline maupun di nearshore dengan berbagai bentuk inovasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here