Dogiyai, Petrominer – Suasana malam di kehidupan masyarakat Dogiyai, Papua, kini sudah berbeda dibandingkan sebelumnya. Warga bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala meski matahari telah terbenam. Anak-anak juga bisa mengerjakan tugas sekolah dan juga membaca kitab suci meski malam tiba.

Perubahan itu terjadi setelah dibagikannya Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Sebanyak 4.680 unit LTSHE dibagikan untuk masyarakat Dogiyai yang tersebar di empat Distrik, yaitu Distrik Sukikai Selatan, Mapia Barat, Mapia dan Kamu, dengan total Dusun sebanyak 14 Dusun. Kini, terang telah menghiasi malam di pedesaan Dogiyai.

Masyarakat Dogiyai menyambut sukacita pemasangan LTSHE di rumah mereka. Fasilitas ini diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) pada tahun 2018.

“Tahun ini target pemasangan LTSHE di Dogiyai sudah terpenuhi, harapan kami tahun depan dapat melanjutkan pemasangan di dusun-dusun lain yang masih gelap”, ungkap Sekretaris Ditjen EBTKE, Wawan Supriatna, saat hadir sekaligus menyerahkan LTSHE secara simbolis kepada warga Dusun Bukapa, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua, Kamis (13/12).

Menurut Wawan, unit LTSHE tersebut bergaransi selama tiga tahun. Masyarakat hanya diminta untuk menjaga dan memeliharanya. Jika ada yang rusak, masyarakat bisa menghubungi pihak terkait melalui distrik untuk diperbaiki.

“Masyarakat sangat berterima kasih kepada Kementerian ESDM karena masyarakat Distrik Kamu sebelum adanya LTSHE masih menggunakan lilin dan tungku api untuk penerangan. Dengan adanya LTSHE, kini distrik kami menjadi terang untuk memasak di dapur tidak gelap-gelapan, anak-anak bisa maksimal dalam belajar dan bisa membaca kitab suci di malam hari,” ungkap Vincent Iyai, warga Distrik Kamu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Konservasi Energi, Haryanto mewakili Menteri ESDM menyerahkan secara simbolis LTSHE kepada perwakilan masyarakat Boven Digoel. Pemasangan LTHSE di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2018 dialokasikan sebanyak 601 unit, yang tersebar di 7 Distrik, yaitu Distrik Kia, Sesnuk, Firiwage, Manggelum, Kawagit, Kombay dan Ambatikwi.

“Kami sangat bahagia program ini memberikan manfaat untuk masyarakat Boven Digoel. Ini adalah wujud upaya atau perhatian Pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka kesatuan, sebagaimana Nawa Cita Presiden kita,” ungkap Haryanto.

Pemasangan LTSHE di Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Boven Digoel ini merupakan usulan dari Pemerintah Daerah Papua dan telah terpasang 100 persen di semua rumah. Selain itu, Pemerintah juga membagikan LTSHE kepada 8 Kabupaten lainnya di Papua, yaitu Yakuhimo, Puncak Jaya, Intan Jaya, Mappi, Mimika, Paniai, Nduga dan Puncak. Total alokasi pemasangan LTSHE untuk Provinsi Papua sebanyak 152.754 unit dengan anggaran Rp 502 miliar.

Program LTSHE dimulai tahun 2017, dan telah dilaksanakan di 5 Provinsi (Maluku, NTB, Riau, Papua dan Papua Barat), dengan capaian jumlah unit LTSHE yang terpasang sekitar 79.556 unit, di 1.208 Desa. Pada tahun 2018, program LTSHE akan dilaksanakan di 16 Provinsi, dengan jumlah unit LTSHE sekitar 173.208 unit, dengan jumlah anggaran sebesar 600 Miliar. Sampai dengan saat ini LTSHE yang sudah terpasang sebanyak 167.215 unit atau sekitar 97 persen. Pada tahun 2019, program LTSHE direncanakan akan dipasang sebanyak 98.481 unit di 27 Provinsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here