Jakarta, Petrominer – Pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada industri minyak dan gas bumi (migas). Tidak hanya menyebabkan penurunan permintaan, pandemi ikut mendorong penurunan harga minyak.
Namun kini, menurut GlobalData, industri migas sudah mulai pulih. Ditunjukkan dengan harga minyak yang meningkat secara bertahap dan permintaan energi pun kembali ke tingkat sebelum pandemi. Hasilnya, nilai kontrak industri migas secara keseluruhan mengalami peningkatan yang signifikan dari kuartal ke kuartal sebesar 27 persen pada kuartal IV tahun 2022.
Laporan terbaru berjudul, “Oil and Gas Industry Contracts Analytics by Sector (Upstream, Midstream and Downstream), Region, Planned and Awarded Contracts and Top Contractors, Q4 2022,” perusahaan data dan analitik terkemuka ini menyebutkan bahwa keseluruhan nilai kontrak meningkat dari US$ 47,38 miliar pada kuatral III-2022 menjadi US$ 60,36 miliar pada kuartal IV-2022. Sedangkan volume kontrak menurun dari 1.673 pada kuartal III-2022 menjadi 1.443 pada kuartal IV-2022.
“Pendorong utama untuk momentum nilai ini adalah kontrak Saipem senilai US$ 4,5 miliar dari Qatargas untuk engineering, procurement, and construction (EPC) Proyek Kompleks Kompresi Gas Alam Berkelanjutan di lapangan Utara, lepas pantai timur laut Qatar; dan proyek ADNOC senilai US$ 4 miliar dengan ADNOC Drilling, Schlumberger, dan Haliburton integrated drilling fluids services (IDFS) untuk proyek di UEA,” ungkap analis Migas GlobalData, Pritam Kad, Senin (20/2).
Kontrak besar lainnya adalah kontrak Sembcorp Marine senilai US$ 3,05 miliar dari Petrobras untuk EPC Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO). Kapal P-82 ini akan dioperasikan di lapangan Buzios di cekungan Santos, Brasil. Ada juga kontrak JGC Holdings dan konsorsium Samsung Heavy Industries (SHI) sekitar US$ 2-3 miliar dari Petronas untuk Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) dengan kapasitas 2 juta ton per tahun (mtpa) di Sabah, Malaysia.
Operasi dan pemeliharaan (O&M) memegang porsi 55 persen dari total kontrak pada kuartal IV-2022, diikuti pengadaan sebesar 19 persen, dan kontrak dengan berbagai cakupan, seperti konstruksi, desain dan rekayasa, instalasi, O&M, dan pengadaan, menyumbang 13 persen.









Tinggalkan Balasan