Fasilitas pengolahan gas di Blok Rimau, Sumatera Selatan, yang dikelola oleh PT Medco E&P Indonesia.

Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencetak laba bersih US$ 28,1 juta selama kuartal yang berakhir 31 Maret 2019 atau Kuartal 1-2019. Pencapaian ini naik 29,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

“Hasil kuartal pertama yang sangat kuat ini didorong oleh mulai meningkatnya produksi dari Blok A Aceh dan kinerja yang solid dari asset-aset kami lainnya,” ujar CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Sabtu (18/5).

Roberto menjelaskan, segmen minyak, gas dan kelistrikan menghasilkan Laba Bersih sebesar US$ 61,0 juta. Tentunya, kinerja ini naik 43,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan bahkan melebihi dari kerugian non-tunai di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Menurutnya, kinerja yang positif itu juga berkat keyakinan dari lembaga-lembaga pemeringkat yang memberi cap sangat memuaskan, dan hampir tercapainya target Hutang Bersih terhadap EBITDA meskipun harga minyak masih lemah di level US$ 60 per barel.

Berikut ikhtisar keuangan MedcoEnergi pada Kuartal 1-2019:

  • Laba Kotor mencapai US$172,3 juta, 14,2 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan marjin kotor 60,7 persen (52,8 persen pada 1Q 2018).
  • EBITDA mencapai US$159,5 juta, 8,2 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan marjin EBITDA 56,2 persen (51,6 persen pada kuartal 1-2018) didorong oleh volume gas, harga gas dan harga listrik yang lebih tinggi
  • Laba Bersih adalah US$28,1 juta, 29,7 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen Minyak, Gas dan Kelistrikan menghasilkan Laba Bersih sebesar US$ 61,0 juta, naik 43,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melebihi dari kerugian non-tunai di AMNT.
  • Utang bersih terhadap EBITDA anualisasi adalah 3,1×1, dengan harga minyak terealisasi di US$60,8 per bbl dan terus maju berusaha mencapai target 3,0x pada siklus harga pertengahan.
  • Menerbitkan obligasi dengan tenor tujuh tahun sebesar US$ 650 juta dengan kupon 7.375 persen.
  • Menerima peningkatan peringkat dari B (Positif) ke B+ dari Fitch, B (Positif) dari Standard & Poor’s serta Moody’s menegaskan peringkat B2 (pandangan positif).
  • Terselesaikannya penjualan aset di Amerika Serikat, pelepasan 51 persen saham Gedung Energy dan konversi serta monetisasi pinjaman pemegang saham AMNT. Selain itu telah ditandatanganinya perjanjian penjualan aset minyak dan gas di Tunisia.
    Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sejumlah US$544 juta.

Ikhtisar Operasi:

  • Produksi minyak dan gas 90,5 ribu boepd, didorong oleh produksi baru dari Aceh dan dimulai kembalinya produksi di Yaman.
  • Biaya tunai per unit adalah US$ 7,9 per boe, sesuai dengan panduan.
  • MPI menghasilkan penjualan daya sebesar 624 GWh, 5 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan sesuai dengan pedoman 2019.
  • MPI menandatangani perjanjian keuangan proyek dengan konsorsium bank internasional untuk mendanai CCPP Riau.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 33,9 Mlbs tembaga dan 16,8 Koz emas dan terus melanjutkan pengembangan Tahap 7.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here