Jakarta, Petrominer – Kontrak kerja sama bagi hasil gross split untuk Blok South Jambi B ditandatangani, Kamis sore (20/12). Ini menjadi kontrak gross split ke-32 sejak skema bagi hasil tersebut diterapkan tahun 2017 lalu.

Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, sejak tahun 2017 hingga saat ini, Blok Migas yang telah dan akan ditandatangani menggunakan skema kontrak bagi hasil gross split sebanyak 32 blok migas. Terdiri dari, 11 blok migas hasil lelang, 20 blok migas terminasi dan 1 Amandemen Kontrak blok migas.

“Total komitmen investasi dari ke 32 blok migas tersebut mencapai sekitar US$ 2,1 miliar atau setara Rp 31 triliun,” ujar Arcandra usai menyaksikan menyaksikan penandatanganan kontrak bagi hasil gross split untuk Blok South Jambi B.

Blok Sout Jambi B merupakan hasil Penawaran Blok Migas Tahap II Tahun 2018. Kontraktor sekaligus operator blok migas ini adalah Jindi South Jambi B Co. Ltd.

Jindi South Jambi B menjanjikan signature bonus sebesar US$ 5 juta ketika memenang lelang blok migas tersebut. Sementara nilai investasi untuk Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama mencapai US$ 60 juta, dengan rincian untuk Study G&G; Seismik 2D 300 km; Seismic 3D 400 km2; dan pemboran 3 sumur eksplorasi.

Saat ini, blok South Jambi B masih dioperasikan oleh ConocoPhilips (South Jambi) B yang akan berakhir kontraknya pada 25 Januari 2020. Dengan begitu, kontrak Jindi South Jambi B di blok migas ini akan berlaku efektif pada 26 Januari 2020 dan jangka waktu kontrak selama 20 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here