Jakarta, Petrominer – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero) untuk periode 2021-2004. Keputusan ini bakal mengakhiri kehadiran PT Chevron Pacific Indonesia yang telah mengelola blok minyak dan gas bumi (migas) di Riau tersebut sejak tahun 1971 lalu.
“Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok migas tersebut,” ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, Selasa malam (31/7).
Menurut Arcandra, nilai tambah yang didapat dari keputusan ini adalah menjadikan Pertamina sejajar dengan world top oil company yang mampu menguasai 60 persen produksi migas nasional pada tahun 2021 mendatang.
Blok Rokan termasuk blok migas yang bernilai strategis. Produksi migas blok ini menyumbang 26 persen dari total produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi Blok Rokan sudah mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Wamen ESDM menjelaskan, keputusan tersebut juga didasari dengan Signature Bonus yang disodorkan Pertamina sebesar US$ 784 juta atau sekitar Rp 11,3 triliun. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga menjanjikan nilai komitmen pasti sebesar US$ 500 juta atau Rp 7,2 triliun dalam menjalankan aktivitas eksploitasi di blok migas tersebut.
“Besarnya angka tersebut juga membuktikan bahwa finansial Pertamina masih dalam kondisi baik,” tegas Arcandra.
Terpilihnya Pertamina sebagai pengelola blok yang menjadi produsen minyak terbesar ini akan meningkatkan kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional. Sejauh ini, porsi Pertamina dalam produksi migas nasional telah meningkat dari sekitar 23 persen saat ini, menjadi sebesar 36 persen pada tahun 2018 dan 39 persen tahun 2019 saat saat beberapa blok migas terminasi mulai aktif dikelola Pertamina.









Tinggalkan Balasan