Jakarta, Petrominer – Konsumsi listrik akibat pandemi Covid-19 sempat menurun pada periode akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020 telah berangsur naik sejak Mei 2020. Sektor rumah tangga tercatat mengalami kenaikan yang signifikan.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi menjelaskan konsumsi listrik pada akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020 mengalami penurunan. Malahan, periode Maret-Mei 2020 turun tajam. Namun kini, konsumsi mulai berangsur naik, sekitar 20,18 terawatt hour (TWh) pada Juli 2020.
“Telah terjadi rebound yang cukup baik. Mudah-mudahan dengan penguatan stimulus dari Pemerintah, tren konsumsi semakin naik, karena sudah di atas angka psikologis, di atas 20 TWh. Ini bagi kami cukup membahagiakan,” ujar Hendra dalam Webinar Stimulus Keringanan Tagihan Listrik, Selasa (18/8).
Hendra juga mengatakan bahwa konsumsi listrik pada bulan Juli 2020, apabila dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, tumbuh 0,51 persen. Sektor rumah tangga mengalami kenaikan yang signifikan, yakni hingga 10,08 persen. Sedangkan sektor pelanggan bisnis, industri, dan sosial memang mengalami penurunan jika dibandingkan Juli 2019.

“Berbeda dengan kondisi perekonomian yang cenderung minus, penggunaan listrik masih positif,” ujar Hendra.
Terkait tren kenaikan konsumsi tersebut, dia pun meminta kepada PT PLN (Persero) untuk menjaga kualitas layanan kepada para pelanggannya, meski pelanggan memperoleh stimulus berupa diskon tarif tenaga listrik.
“Dari penugasan yang sudah ditetapkan oleh Menteri ESDM, walaupun diskon ini diberikan, negara hadir di sini, tidak serta merta PLN kemudian lengah. PLN wajib memberikan pelayanan yang terbaik, dengan tingkat mutu yang telah ditetapkan. Ini menjadi concern kami,” tegas Hendra.
Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, telah memberikan stimulus keringanan tagihan listrik untuk pelanggan PLN golongan rumah tangga 450 VA, 900 VA bersubsidi, pelanggan bisnis dan industri kecil (UMKM) 450 VA, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban/abonemen bagi pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus. Stimulus ini sebagian telah dimulai sejak April 2020 lalu dan akan berlangsung hingga Desember 2020 mendatang.










Tinggalkan Balasan