
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) telah melakukan rebranding untuk tiga anak usahanya. Sebagai bagian proses rebranding, seluruh pekerja diminta komitmen dalam penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang berdasarkan nilai-nilai aplikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan, mengatakan unsur keselamatan menjadi urusan dan tanggung jawab setiap perwira PTK.
“Safety is everybody’s business and safety is everybody’s responsibility. Oleh karena itu, semua perwira PTK bertanggung jawab pada safety (keselamatan),” ungkap Nepos, Senin (26/12).
Agar strategi ini bisa berkelanjutan (sustain), menurutnya, perlu dibangun safety culture. Apalagi untuk bisnis yang bergerak di sektor minyak dan gas yang sifat industrinya adalah high capital, high risk, dan high technology.
Dalam tiga tahun mendatang, PTK menargetkan safety culture sudah terbentuk sampai tahapan tertinggi yakni pada tingkatan generatif. Selanjutnya tahun 2026, PTK akan sampai pada tahapan memperkuat peta jalan aplikasi safety culture.
“PTK berkomitmen untuk lebih progresif dengan menerapkan sampai ke level generatif, di mana pada tahapan tersebut K3 sudah menjadi cara dalam melakukan pekerjaan. Pada tahap ini, semua orang bergerak dan melangkah dengan kesadaran akan risiko, sehingga sudah antisipasi mitigasi untuk risiko yang terjadi,” jelas Nepos.
Dalam penerapan ini, para level pimpinan harus menjadi contoh. Mereka juga diminta berkomitmen dan mengawal ketat untuk terwujudnya 100 persen safety culture.
PTK ingin menjadi yang terbaik implementasi safety di K3. Sistem pengawasan safety culture dilakukan bersama-sama dan semua orang bertanggung jawab pada unsur keselamatan, sehingga semua perwira ikut bertanggung jawab dalam lagging indicator yakni indikator pada tatanan operasional saat kejadian.
“Sebagian besar kecelakaan atau insiden yang terjadi saat bekerja disebabkan faktor perilaku yang tidak aman (unsafe action), kondisi lingkungan kerja tidak baik ataupun peralatan kerja yang membahayakan (unsafe condition),” papar Nepos.
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) merupakan anak usaha PT Pertamina International Shipping subholding Integrated Marine Logistics yang menyediakan berbagai jenis jasa maritim terintegrasi. Perusahaan yang awalnya bernama PT Pertamina Tongkang ini didirikan pada 9 September 1969 dan berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 29 November 2011. Sementara anak usahanya menjadi Pertamina Marine Engineering, Pertamina Marine Solutions, dan Peteka Karya Samudera. Hingga saat ini, PTK telah mengelola 104 pelabuhan Pertamina serta 343 armada kapal.

























