Kilang LNG Donggi Senoro di Banggai, Sulawesi Tengah.

Jakarta, Petrominer – Memasuki usia 10 tahun, kinerja PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) semakin solid. Perusahaan ini, yang mengoperasikan kilang Donggi Senoro LNG di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mampu mempertahankan kinerja operasional maupun sosial yang mantap.

“Tiga tahun beroperasi, Kilang Donggi Senoro LNG memantapkan kinerja produksi dengan pencapaian tahun 2017 yang kembali melampaui target,” ujar Director of Corporate Affairs DSLNG, Aditya Mandala, Rabu (10/1).

Di tahun 2017, jelas Aditya, pencapaian kinerja perusahaan didukung dengan rekor keselamatan kerja yang baik. DSLNG berhasil mencatat jumlah jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja sebanyak 23.470.926 jam.

Rekor keselamatan kerja ini mengantarkan DSLNG menerima penghargaan Patra Karya Nirbhaya Utama dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 26 Agustus 2017 lalu. Penghargaan yang diterima dua tahun berturut-turut ini mengukuhkan komitmen penerapan kebijakan mutu, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) yang mumpuni di lingkungan perusahaan.

DSLNG telah menerima Sertifikat ISO14001: 2015, Registr. No. 01 104 1735152 dari TUV Rheinland® tertanggal 22 Desember 2017, setelah melalui serangkaian audit. Sertifikat yang berlaku untuk proses dan produksi LNG, kondensat dan fasilitas pendukungnya ini menunjukkan pengakuan internasional atas sistem K3LH yang diterapkan perusahaan.

Kilang Donggi Senoro LNG juga berhasil mempertahankan peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sesuai Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor Sk.696/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2017 tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2016-2017 tertanggal 15 Desember 2017.

Sejalan dengan kegiatan operasi, DSLNG juga berkontribusi pada pengembangan daerah dan kemajuan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Program TJSP telah dilaksanakan sejak masa konstruksi di tahun 2008. Program TJSP dilaksanakan di 22 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdekat dengan daerah operasi kilang yaitu Kecamatan Batui, Kintom dan Nambo dengan sasaran pada lima sektor utama yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur publik, dan lingkungan.

Program TJSP mendorong kemandirian masyarakat antara lain melalui pemberdayaan ekonomi di bidang perikanan, pertanian, keuangan mikro, dan wirausaha. Di sektor pendidikan, DSLNG membantu peningkatan kualitas dan akses pendidikan, antara lain melaui program kesetaraan dan ketrampilan kejuruan. Di sektor kesehatan, DSLNG membantu peningkatan layanan kesehatan masyarakat. DSLNG juga membantu perbaikan infrastruktur publik termasuk perbaikan pasar tradisional dan penyediaan fasilitas air bersih.

Selain melalui program TJSP, kilang Donggi Senoro LNG menjadi pengungkit kemajuan daerah melalui efek bergulir ekonomi. Akses ke wilayah Banggai semakin terbuka sejak kehadiran proyek migas. Berbagai usaha setempat seperti jasa transportasi, akomodasi, maupun bisnis pendukung tumbuh pesat. Aktivitas ekonomi yang semakin maju mendorong perbankan membuka cabang hingga ke kecamatan. Dengan pesatnya aktivitas tersebut, di tahun 2016 Kabupaten Banggai mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 37 persen dan menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Kilang LNG Donggi Senoro di Banggai, Sulawesi Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here