Jakarta, Petrominer – Acara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk masa Periode 2019-2024 telah berlangsung dengan lancar. Pengucapan sumpah jabatan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung saat sidang paripurna MPR RI di gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu siang (20/10).

Kelancaran prosesi acara lima tahunan tersebut tidak lepas dari peran serta PT PLN (Persero) yang telah melakukan sejumlah persiapan demi keandalan pasokan listrik ke gedung DPR/MPR dan fasilitas umum lainnya di Jakarta. Bahkan, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya sempat menambah pasokan cadangan dan memastikan semua sumber pasokan listrik dalam posisi yang aman dan siap.

Listrik gedung DPR/MPR dipasok dari berbagai sumber dengan cadangan hingga empat tingkat. PLN juga menyediakan genset dan semua transfer antara pasokan utama ke cadangan diipasang Automatic Change Over (ACO) dengan waktu pindah dalam milli detik perkiraan kapasitas sekitar 7,9 MVA.

Lihat juga: Jelang Pelantikan Presiden, PLN Siaga Keandalan Listrik

“Kami sangat konsern untuk acara ini, dan dari jauh hari sudah mempersiapkan simulasi dan kemungkinan agar acara pelantikan berjalan lancar dengan suplai listrik yang handal,” ungkap Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, usai melakukan inspeksi mendadak, Minggu pagi.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pengaturan operasi, kesiapan pasokan dan jaringan transmisi. Selain memberikan listrik dari berbagai sumber pasokan, PLN juga menyiapkan cadangan pasokan dari 10 unit captive power dengan total daya 6,3 MVA.

Sejak seminggu lalu, Sripeni menyatakan telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya khususnya pimpinan unit dan petugas piket baik yang di Pembangkit, Pengatur Beban, Trasmisi dan Distribusi. Ini untuk menjaga pasokan listrik sehingga pada tanggal 20 Oktober 2019 dipastikan bekerja menjaga pasokan listrik.

Selain memberikan instruksi tersebut PLN juga telah melakukan persiapan sebagai berikut:

  1. Melakukan assessment jaringan, material utama transmisi, distribusi untuk memastikan performance pembangkit , transmisi dan jaringan distribusi listrik serta sistem komunikasi dalam keadaan yang optimal sesuai
  2. Diadakan gelar pasukan piket Siaga Pelantikan Presiden dan Wakil Pesiden pada 18 Oktober 2019 dan gladi bersih pada 19 Oktober 2019 yang disaksikan oleh Paspampres
  3. Menyiapkan posko Siaga dari PLN Pusat hingga unit operasi untuk memantau kondisi pasokan listrik sesuai dengan peran masing masing dan tidak diijinkan meninggalkan lokasi selama 18 – 21 Oktober 2019.
  4. Menambah petugas operator yang melaksanakan tugasnya di GITET dan Gardu Induk Tegagangan Tinggi, Dispatcher 20kV dan Pusat Pengendali mulai 18 – 21 Oktober 2019.
  5. Menginstruksikan kepada General Manager UID Jakarta dan UID Banten pada 20 Oktober 2019 untuk memantau Distpatcher agar bila terjadi hal yang dikehendaki dapat diputuskan segera sekaligus mengkoordinasikan dengan Unit Transmisi , P2B dan Unit Pembangkit.
  6. Menugaskan Piket Pimpinan setingkat Manager Atas pada tanggal 2019 ikut Piket pasokan di Gedung DPR / MPR
  7. Menyiapakan PLTD Senayan pada tanggal 20 Oktober 2019 dalam operasi stadby panas agar sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memasok listrik di Gedung Senayan sudah siap.
  8. Mengamankan pasokan listrik ke hotel2 tempat para pimpinan negara, tamu/delegasi negara.

    Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, saat melakukan inspeksi mendadak di lapangan untuk memastikan pengaturan operasi, kesiapan pasokan dan jaringan transmisi listrik jelang acara pelatintak Presiden dan Wakil Presiden di gedung DPR/MPR, Minggu pagi (20/10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here