Jakarta, Petrominer – Kestabilan pasokan listrik menjadi kunci bagi pertumbuhan industri modern, yang akan memacu peningkatan perekonomian nasional. Listrik juga menjadi infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan pemerataan industri, yang berdampak lanjutan bagi penciptaan lapangan kerja dan ekonomi daerah.

“Saya melihat PLN lebih dari siap dalam memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan dunia industri. Pemerintah seyogyanya mensinkronkan antara rencana industrial dengan kapasitas pasokan (listrik) yang sudah disiapkan PLN,” ujar Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), Iwa Garniwa Mulyana, Rabu (26/6).

Menurut Iwa, kesiapan PLN dalam menjaga kelangsungan industri bisa disaksikan melalui upaya PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan pelanggan-pelanggan besar lainnya.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 adalah 810 MVA.

Dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT Perusahaan Listrik Negara/PT PLN (Persero) 2019-2028, yang dipaparkan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Januari lalu, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan hingga 2028 terperinci sebagai 1) pembangkit tenaga listrik 56.395 MW, 2) jaringan transmisi sepanjang 57.293 kilometer sirkit (kms), 3) gardu induk 124.341 MVA, 4) jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan 5) gardu distribusi 33.730 MVA.

„Untuk mencapai target tersebut PLN telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mewujudkan sistem tenaga listrik Jawa-Bali (SJB), sebagai sistem interkoneksi terbesar di Indonesia,“ ujar Iwa yang bulan Mei 2019 lalu dikukuhkan sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teknik PLN (STT-PLN) Periode 2019 – 2023.

Sementara itu, Pemerintah juga terus fokus membangun pembangkit listrik. Sesuai data statistik ketenagalistrikan tahun 2017, di Jawa Bali saat ini terdapat 331 pembangkit yang masuk ke dalam sistem interkoneksi dengan kapasitas pembangkit sekitar 37.600 MW.

Sementara untuk sistem kelistrikan di wilayah Sumatera, kini dalam tahap pembangunan interkoneksi dari Sumatera Selatan hingga Aceh. Awal tahun 2019, PLN berhasil menyelesaikan dan mengoperasikan tiga proyek transmisi kelistrikan di Sumatera.

Saat ini, dari Brastagi di Sumatera Utara hingga Kutacane di Aceh sudah tersambung oleh jaringan transmisi listrik 150 kilo Volt (kV) sepanjang 110 kms yang ditopang dengan 345 tower. Untuk menambah keandalan listrik di Kutacane, PLN juga telah mengoperasikan gardu induk (GI) kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA).

Selain itu, PLN menyambung transmisi listrik 150 kV sepanjang 65,8 kms antara Seputih Banyak ke Menggala, Lampung. Proyek lama yang sudah berumur 11 tahun ini resmi beroperasi per 29 Desember 2018 lalu. Penyambungan tersebut membuat transfer listrik dari Sumatera bagian selatan ke Lampung makin andal.

Sedangkan di Riau, seperti diutarakan Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto Januari lalu, PLN mengoperasikan tambahan trafo berkapasitas 60 MVA di Gardu Induk Pasir Putih. Satu trafo ini menambah kapasitas GI Pasir Putih menjadi total 120 MVA.

Di daerah lain seperti Indonesia bagian timur, sistem interkoneksi dirancang per provinsi, selain adanya island system (listrik dibangun untuk daerah itu saja).

Untuk wilayah Sulawesi Bagian Selatan, misalnya, PLN Unit Induk Pembangunan (IUP) Sulbagsel I akan membangun dua jaringan transmisi bawah tanah atau Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) bertegangan 150 kV. Kedua jaringan adalah SKTT 150 kV KIma hingga Daya Baru dan SKTT 150 kV Tanjung Bunga hingga Bontoala.

Menurut General Manager PLN UIP Sulbagsel, I Putu Riasa, kedua SKTT memiliki total lintasan 27,57 kilometer (km), yang akan melintasi Makassar dan Maros. Tujuan pembangunan SKTT 150 kV Tanjung Bunga hingga Bontoala adalah untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik Kota Makassar dan sekitarnya. Sementara, SKTT 150 kV Kima hingga Daya Baru dibangun untuk menjamin keandalan pasokan listrik Kawasan Industri Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here