Kejar Swasembada Energi, Proyek Gasifikasi di Nias Dikebut

0
896
Prosesi peletakan batu pertama pada Proyek Gasifikasi Pembangkit Tenaga Listrik melalui Penyediaan Infrastruktur Midstream Gas Klaster Nias di PLTMG Nias, Kamis (3/7).

Nias, Petrominer – PT PLN (Persero) melalui subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai pembangunan infrastruktur gasifikasi Klaster Nias. Ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias, Kamis (3/7).

“Inisiatif ini menjadi langkah nyata PLN dalam mendukung visi swasembada energi Presiden Prabowo Subianto melalui pemanfaatan gas alam yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto.

Rakhmad menjelaskan, proyek ini mencakup pembangunan tangki penyimpanan LNG berkapasitas 3.000 meter kubik (m³) dengan kapasitas regasifikasi hingga 13 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Infrastruktur ini akan menopang operasional PLTMG berkapasitas awal 35 megawatt (MW), yang selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 59 MW.

“Proyek ini berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 30 persen, setara dengan 29 ribu ton karbon dioksida (CO₂) per tahun pada tahap awal, dan hingga 47 ribu ton CO₂ saat kapasitas penuh tercapai,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P. Hutajulu, mengatakan proyek ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Hal ini juga selaras dengan peta jalan transisi energi dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Groundbreaking gasifikasi di PLTMG Nias bukan hanya untuk menghadirkan listrik yang andal dan terjangkau, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan energi nasional,” ujar Jisman.

Menurutnya, sebagai bagian dari strategi tersebut, PLN juga telah menyiapkan pengembangan enam klaster gasifikasi di berbagai wilayah, meliputi Nias, Sulawesi-Maluku, Nusa Tenggara, Papua Utara, Papua Selatan, dan Kalimantan.

Lapangan Kerja

Sementara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa proyek gasifikasi di Nias ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat transisi energi nasional. Proyek ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan investasi dan terciptanya lapangan kerja baru.

“Melalui sinergi berbagai pihak, kami tidak hanya membangun infrastruktur gasifikasi, tetapi juga membangun masa depan energi yang tangguh dan berkelanjutan serta memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” ujar Darmawan.

Menurutnya, dengan cadangan daya mencapai 20 MW, atau sekitar 43 persen dari beban puncak, sistem kelistrikan Nias dinilai cukup untuk menopang pertumbuhan sektor perikanan, pariwisata, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Gasifikasi ini diperkirakan menghemat sekitar Rp 72,4 miliar per tahun, dan bisa mencapai Rp153 miliar per tahun saat beroperasi penuh. Efisiensi ini membuka ruang investasi baru dan mendukung pertumbuhan konsumsi listrik Nias yang naik 11 persen, tertinggi di Sumatra,” ujar Darmawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here