, ,

Kapasitas Terpasang Listrik EBT Bertambah

Posted by

Jakarta, Petrominer — Pemerintah terus merealisasikan komitmen untuk menambah porsi penyediaan energi bersih. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kapasitas terpasang listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pada semester awal 2017.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, peningkatan kapasitas terpasang listrik EBT terjadi berkat keberhasilan Pemerintah menerapkan kebijakan tarif listrik EBT yang kompetitif. Inilah yang telah mendorong para pengembang untuk mempercepat pembangunan pembangkit listriknya.

“Capaian ini membuktikan bahwa EBT menarik bagi para investor,” jelas Rida dalam paparannya mengenai capaian subsektor EBTKE selama Semester I 2017, Jum’at sore (4/8).

Selama semester awal 2017, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) mencapai sebesar 1.698,5 megawatt (MW). Tambahan kapasitas terpasang PLTP berasal dari PLTP Ulubelu unit 4 sebesar 55 MW. Capaian ini hampir mencapai kapasitas terpasang yang ditargetkan Pemerintah tahun 2017, yang sebesar 1.858,5 MW.

Tidak hanya panasbumi, sumber EBT lainnya pun ikut berkontribusi. Sepanjang paruh pertama tahun ini, kapasitas terpasang PLT Bioenergi naik menjadi sebesar 1.812,7 MW. PLT Bioenergi ini sebagian besar merupakan PLT off-grid.

Sementara tambahan dari PLTS dan PLTMH menjadikan kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT ini menjadi 12,45 MW. Masih jauh dari target tahun 2017, sebesar 124,28 MW.

Dalam kesempatan itu, Rida juga menegaskan bahwa terbitnya beberapa kebijakan baru juga ikut menjadi pemicu kenaikan tersebut. Kebijakan baru tersebut di antaranya adalah revisi Permen ESDM No. 12/2017 menjadi Permen ESDM No. 43/2017 tentang Pemanfaatan Sumber EBT Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, dan Peraturan Presiden No. 47/2017 tentang Penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi Bagi Masyarakat Yang Belum Mendapatkan Akses Listrik.

“LTHSE akan membantu rumah perdesaan yang secara geografis terisolir. Kami sudah menargetkan 80.332 rumah di 5 provinsi untuk pembagian LTHSE,” lanjutnya.

Investasi Rendah

Sementara itu, realisasi investasi di sektor EBTKE sepanjang semester I 2017 dilaporkan baru mencapai Rp 6,18 triliun. Capaian ini masih jauh dari target realisasi investasi sebesar Rp 19,52 triliun.

Menurut Rida, rendahnya realisasi tersebut bukan karena terbitnya Permen Nomor 12 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Alasannya, pembangkit yang dicatat selama semester I 2017 adalah hasil investasi beberapa tahun terakhir. Sedangkan Permen No.12/2017 baru beberapa bulan lalu terbit.

Untuk meningkatkan investasi, Pemerintah telah menjanjikan pemberian kemudahan dan/atau insentif fiskal bagi para investor yang mengembangkan pembangkit listrik EBT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *