Makassar, Petrominer – Industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) membutuhkan listrik yang handal. Hal inilah yang mendorong PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan, minta tambahan daya sebesar 90 Mega Volt Ampere (MVA) dari PT PLN (Persero).
Keputusan HNI menambah pasokan listrik tersebut tidak terlepas dari komitmen PLN dalam menjaga kualitas pasokan listrik. Tidak hanya itu, PLN juga memberikan pelayanan maksimal untuk pelanggan dalam mendukung operasional peningkatan fasilitas smelter yang sebelumnya menggunakan 4 tungku menjadi 6 tungku.
Direktur HNI, Jos Stefan Hidecky, mengucapkan terima kasih atas kepastian layanan, dan juga komunikasi yang baik serta pasokan listrik yang diberikan PLN. Dia pun berharap PLN akan terus mengakomodasi kebutuhan listrik bagi para investor di Sulawesi Selatan.
“Terima kasih kepada PLN atas kebutuhan tambahan listrik sebesar 90 MVA. Semua ini bisa tercapai berkat dukungan dan suplai listrik dari PLN,” ungkap Jos, Kamis (21/10).
Sebelumnya, pada Agustus 2018, HNI menjadi pelanggan PLN dengan daya 40 MVA. Kemudian, pada Agustus 2021, perusahaan ini menambah pasok listrik sebesar 80 MVA. Dengan penambahan ini, maka total daya listrik yang telah dipasok PLN ke HNI mencapai 210 MVA.
Seiring berkembangnya industri smelter nikel, HNI kembali akan melakukan ekspansi pabrik dengan penambahan kapasitas daya listrik sebesar 100 MVA pada tahun 2023, hingga mencapai 1.000 MVA dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Menurut General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Awaluddin Hafid, tak hanya di Sulsel, PLN siap memenuhi kebutuhan listrik yang handal bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
Khusus di Bantaeng, PLN telah membangun Gardu Induk 150 kV Bantaeng Smelter pada Maret 2020, melanjutkan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.
Awaluddin menjelaskan, kebutuhan listrik di Sulawesi diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri di wilayah tersebut, khususnya untuk industri smelter. Kebutuhan listrik untuk fasilitas smelter di Sulawesi diproyeksikan lebih dari 6.000 MVA.
PLN pun memastikan pasokan listrik pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) siap memenuhi setiap permintaan listrik. Saat ini sistem Sulbagsel memiliki daya mampu sebesar 2.019 Mega Watt (MW). Dengan beban puncak sebesar 1.435 MW, sistem ini masih memiliki cadangan daya sebesar 584 MW.
PLN juga sudah memiliki produk Renewable Energy Certificate (REC) bagi pelanggan untuk pemenuhan target penggunaan energi terbarukan yang transparan dan diakui secara internasional. Produk ini merupakan salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam pembelian serta mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang sudah ada di Indonesia.









Tinggalkan Balasan