, ,

Kado PLN untuk Warga Papua & Papua Barat

Posted by

Manokwari, Petrominer – Sebanyak 101 desa yang tersebar di Papua dan Papua Barat sudah dapat menikmati aliran listrik. Ini merupakan kado istimewa dari PT PLN (Persero) bagi masyarakat Papua dan Papua Barat.

Kado istimewa tersebut diberikan untuk melengkapi kemeriahan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 tahun 2017. Dari jumlah tersebut, 16 desa berada di Sorong, 4 desa di Merauke, 6 desa di Timika, 52 desa di Manokwari, 16 desa di Jayapura, dan 7 desa di Biak.

“Hari ini secara serentak 101 desa tersebar sudah menikmati listrik PLN. Ini menjadi kado yang sangat spesial bagi warga Papua dan Papua Barat yang puluhan tahun belum menikmati listrik,” ujar Direktur Regional PLN Maluku Dan Papua Ahmad Rofik saat meresmikan listrik desa di Distrik Neney, Manokwari Selatan, Papua Barat, Rabu (25/1).

Hingga saat ini, sudah 117 desa yang berlistrik dari target 379 desa untuk tahun 2017 ini. Sementara sisa desa yang belum, PLN berjanji akan  usahakan dapat selesai di akhir tahun ini.

Tersebarnya lokasi pemukiman penduduk di pegunungan dan akses transportasi ke lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk membangun pembangkit dan jaringan listrik hingga ke pelosok Papua dan Papua Barat. Ada desa yang sistemnya dibuat isolated dengan memasang pembangkit diesel, seperti di Distrik Neney. Namun banyak diantaranya menggunakan sistem grid (perluasan) dari kelistrikan yang sudah ada sebelumnya.

Total kapasitas daya keseluruhan pembangkit diesel (PLTD) dengan sistem isolated sebesar 300 kW. Ini dilengkapi dengan panjang Jaringan Tengangan Menengah (JTM) 214,37 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 157,04 kms.

“Bukan hal yang mudah untuk merealisasikan target tersebut, banyak kendala yang dialami oleh petugas lapangan dalam melistriki desa. Salah satunya kondisi geografis dan medan yang sulit sehingga menyulitkan mobilisasi,” jelas Ahmad Rofik.

Melalui program Papua Terang 2020, PLN membangun pembangkit dan jaringan listrik hingga ke pelosok desa yang sebelumnya belum berlistrik. Dari melistriki 101 desa tersebut, PLN mendapatkan penambahan pelanggan kurang lebih sebanyak 1.441 pelanggan tersambung.

Di tempat yang sama, Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, menyatakan dengan hadirnya listrik PLN di wilayahnya maka ada malam yang menjadi siang.

“Anak-anak sekarang bisa belajar di malam hari. Ada keluarga yang dapat meningkatkan ekonomi dengan bekerja di malam hari,” ujar Markus.

Markus mengaku bahwa keberhasilan melistriki sebagian Manokwari Selatan merupakan hasil kerja sama harmonis pemerintah daerah dengan PLN terutama dalam penyediaan lahan untuk penempatan mesin dan penanaman tiang listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *