Jurus Menteri ESDM Hadapi Tantangan Produksi Minyak

0
55
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI.

Jakarta, Petrominer – Keberhasilan mencapai target lifting minyak nasional di tahun 2025 membuat mantap Pemerintah untuk mematok lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari (bph) pada tahun 2026. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis (22/1).

Bahlil menilai, target tersebut tidaklah ringan. Pasalnya, kondisi produksi migas nasional tengah menghadapi berbagai tantangan teknis. Meski begitu, Pemerintah dituntut tidak hanya menjaga level produksi tahun lalu, namun juga menaikan lifting sekitar 5 ribu bph.

Tantangan semakin besar setelah terjadinya insiden kebocoran pipa migas di awal tahun 2026 yang berdampak pada operasional blok Rokan di Provinsi Riau. Seperti diketahui, blok migas ini merupakan salah satu kontributor utama produksi minyak nasional.


Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah reaktivasi sumur-sumur tua. Langkah ini termasuk percepatan perizinan puluhan ribu sumur minyak masyarakat di sejumlah daerah agar dapat segera berkontribusi terhadap lifting nasional.

“Bahkan sekarang, untuk 40.000 lebih sumur masyarakat, sebagian izinnya sudah kita keluarkan seperti di Jambi dan Sumatera Selatan, sekarang di Jawa Tengah kita sedang mempercepat proses perizinannya,” ungkapnya.

Strategi berikutnya dilakukan melalui optimalisasi teknologi, antara lain penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di blok Rokan yang dikelola Pertamina dan lapangan Banyu Urip, blok Cepu, yang dikelola Exxonmobil. Pemanfaatan teknologi telah terbukti mampu meningkatkan produksi minyak.

“Strategi yang ketiga adalah bagaimana proyek yang Plan of Development (POD) sudah selesai kita juga melakukan percepatan (untuk produksi). Ini kita sudah panggil dan bicarakan dengan semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),” ujar Bahlil.

Di samping itu, Kementerian ESDM juga akan menawarkan lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas baru secara serempak dalam waktu dekat. Jumlah blok migas ini lebih besar dari target sebelumnya yang dipatok 75 blok migas. Hal ini dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kementerian ESDM menggencarkan eksplorasi di hulu migas.

Alhamdulillah pimpinan (Komisi XII), kami laporkan bahwa lifting minyak kita pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrels per day, artinya target RAPBN 2025 mencapai target ada kelebihan sedikit, itu dari sisi lifting minyak,” ujar Bahlil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here