, ,

Jonan Pantau Transisi Mahakam ke Pertamina

Posted by

Balikpapan, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Jum’at (10/3). Menteri ingin memantau langsung keberlangsungan operasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah kerja yang tahun depan akan dikelola Pertamina itu.

Di Blok Mahakam, Jonan mengunjungi South Processing Unit (SPU) dan Lapangan Bekapai. Selain itu, rombongan juga meninjau lapangan minyak Bekapai dan Handil. Blok migas ini meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi – Nubi dan South Mahakam.

Blok Mahakam dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation, yang akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini, blok migas itu dalam tahap transisi pengelolaan dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam ditandatangani antara SKK Migas dengan PHM pada 29 Desember 2015 dan akan berlaku efektif tanggal 1 Januari 2018 mendatang.

“Proses transisi pengelolaan Blok Mahakam dari Total dan Inpex kepada Pertamina telah dipersiapkan dengan baik sejak tahun 2015. Jadi yang sudah berjalan dengan baik agar diteruskan saja. Produksi harus dipertahankan dan operasi harus efisien. Untuk itu biaya tidak boleh naik dan hasil produksi tidak boleh turun,” ungkap Menteri ESDM,

Dalam masa transisi pengelolaan blok Mahakam, SKK Migas dan PHM menandatangi amandemen KKS bulan Oktober 2016. Amandemen tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk dapat berinvestasi lebih awal untuk kegiatan pengeboran di Blok Mahakam, dalam rangka menjaga tingkat produksi migas Blok Mahakam.

Pada tahun 2017, rencananya akan dilakukan pengeboran 6 sumur oleh Total E&P Indonesie dan 19 sumur oleh PT PHM.

“Ini penting dilakukan untuk memastikan tingkat produksi migas Blok Mahakam dapat dipertahankan. Di tengah harga minyak yang masih sekitar US$ 50 per barel, produksi migas harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan,” ungkap Jonan.

Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM juga mengungkapkan pentingnya efisiensi dan teknologi dalam pengelolaan hulu migas, karena harga jual migas merupakan unsur di luar kendali KKKS. Semakin efisien kegiatan operasi migas, maka kontribusi bagi seluruh pemangku kepentingan akan meningkat. Hal ini menjadi prioritas Pemerintah.

“Apalagi blok Mahakam ini kan blok yang sudah tua, sehingga dibutuhkan teknologi yang tepat agar biaya operasi produksi lebih efisien dan produksinya tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jonan memberikan arahan bahwa dalam mengelola Blok Mahakam, Pertamina dapat menawarkan saham kepada kontraktor eksisting dan melakukan pengelolaan bersama.

“Penawaran saham bisa mencapai maksimal 39% kepada kontraktor  eksisting, dan Pertamina bisa melaksanakan kegiatan operasi produksi bersama-sama dengan kontraktor eksisting,” jelas Jonan.

Aset Berharga

Dalam kesempatan kunjungan ini, aspek sumber daya manusia (pekerja) sebagai aset yg berharga bagi sebuah perusahaan, tidak terlepas dari perhatian Menteri ESDM.

“Pekerja di sini,  terutama yang masih muda-muda, jangan khawatir. Transisi kepemilikan dan pengelolaan Blok Mahakam diupayakan tidak menimbulkan kekhawatiran bagi para pekerja,” tegas Jonan.

Hal senada juga disampaikan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, yang ikut dalam kunjungan kerja itu. Amien menegaskan bahwa bagi pekerja yang berprestasi, ke depan akan terbuka peluang karir yang lebih tinggi dan lebih luas di lingkungan Pertamina.

“Pekerja yang berprestasi di Blok Mahakam (PHM), bisa saja menduduki jabatan yang lebih tinggi di unit usaha Group Pertamina,” ujar Amien.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *