Jayapura, Petrominer — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberi perhatian besar kepada Provinsi Papua dan Papua Barat, utamanya dalam bidang kelistrikan.

Ini direalisasikan ketika Presiden melakukan ground breaking pembangkit listrik mesin gas mobile power plant Jayapura (PLTMG MPP) 70 MW dan peresmian pembangkit listrik Tidore 2 x 7 MW di Holtekam, Jayapura, Papua, Selasa (9.5).

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa listrik bukan hanya memberi penerangan tapi juga kesempatan rakyat dan penduduk di Papua untuk meningkatkan taraf hidupnya.

“Malam hari anak-anak bisa belajar. Yang punya usaha di rumah, menghidupkan usaha di rumah. Dan yang penting anak-anak bisa belajar, bisa bersaing di masa depan dengan pelajar negara lain,” jelas Jokowi.

Menurut Presiden, listrik di Papua dan Papua Barat pada tahun 2019 nanti akan terdapat pasokan sebesar 730 MW, dua kali lipat dari daya listrik saat ini yang mencapai 280 MW.

“Diharapkan sudah tidak ada kekurangan listrik lagi di sini. Saya perintahkan ke Menteri ESDM untuk diberikan prioritas penggunaan gas untuk kelistrikan kita. Jangan semua batu bara, harus ada beberapa pembangkit listrik memakai tenaga mikro hidro matahari, arus laut seperti di NTT. Inilah yang dilakukan pemerintah dalam menyediakan kelistrikan,” paparnya.

Jokowi menginginkan kecukupan listrik ini menjadikan Papua dan Papua Barat sama dengan provinsi lain yang ada di Indonesia, seperti di Jawa dan Sumatera. Dia pun menyatakan bahwa ketersediaan pasokan listrik di Papua akan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

“Sekarang venue-venue tempat penyelenggaraan sedang dibangun gubernur, pemerintah daerah dan sebagian pemerintah pusat. Tetapi setelah dihitung listriknya masih kurang. Maka kita resmikan ini (MPP Jayapura 70 MW) dan apa yang kita bangun dalam rangka menyiapkan pon 2020,” tegas Jokowi.

Dalam hal desa yang belum berlistrik, Presiden Jokowi memberikan target ke Menteri ESDM untuk desa-desa yang sulit dijangkau listrik diberikan lewat listrik tenaga matahari atau surya.

“Targetnya 2019 atau 3 tahun ini 600 desa. Sehingga desa-desa yang jauh, tidak terjangkau kabel listrik pakai surya atau tenaga matahari,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here