Tangerang, Petrominer – Para pelaku usaha migas yang tergabung dalam Indonesia Petroleum Association (IPA) optimistis dengan masa depan industri migas di tanah air. Berbagai upaya perbaikan kebijakan kini sudah menghasilkan dan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi.
Presiden IPA, Carole J. Gall, menyatakan dari tiga hari pelaksanaan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 sangat terlihat bahwa para pelaku usaha punya keinginan kuat untuk segera berinvestasi di Indonesia.
“Selama tiga hari ini sudah banyak diskusi baik di booth pameran maupun plenary session ataupun sesi diskusi lainnya. Dari situ jelas terlihat investor siap berinvestasi di Indonesia,” ungkap Carole sesaat sebelum acara penutupan IPA Convex 2025, Kamis (22/5).
Menurutnya, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pelaksanaan IPA Convex kali ini juga jadi satu nilai tambah. Hal itu menunjukkan bagaimana pemerintah memiliki komitmen kuat untuk bersama para pelaku usaha memenuhi kebutuhan energi melalui peningkatan produksi migas.
“Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM, SKK Migas serta pelaku industri sudah memiliki visi yang sama dalam berkolaborasi bagaimana maksimal dalam produksi, berinvestasi sekaligus mendukung transisi energi,” kata Carole.
Dia pun mengakui bahwa pesan Presiden Prabowo dalam pembukaan IPA Convex 2025 sudah sangat jelas agar para jajarannya tidak mempersulit birokrasi dan perizinan para pelaku usaha. Untuk itu, para pelaku usaha menantikan praktiknya di lapangan.
“Presiden menyatakan keinginannya untuk membantu industri migas. Kita harus lanjut dialog ke aksi dalam penyederhanaan proses perizinan. Ini memberikan kekuatan dan optimistis,” ungkap Carole.
Dia juga menyinggung topik paling banyak disinggung dalam pelaksanaan IPA Convex 2025 yaitu kesucian kontrak. Perubahan regulasi yang berdampak terhadap kontrak tidak boleh terjadi untuk jalur dialog dengan pemerintah harus diutamakan. Hal itu sangat menentukan dalam keberlanjutan industri migas yang sangat berisiko.
“Kontrak harus dihormati. Kuncinya dialog jika ada ketidaksepahaman, industri dan pemerintah harus dialog temukan win win solution,” tegas Carole.
Antusiasme Peserta
Sementara Ketua Panitia IPA Convex IPA 2025, Hariadi Budiman, mengakui antusiasme para pihak yang terlibat dalam pagelaran IPA tahun ini. Tahun ini, ada peningkatan pengunjung sebanyak 32.000 dibandingkan tahun lalu yang sebesar 29.000. Kemudian ada 3.000 delegasi tumbuh dibandingkan 2.700 di tahun lalu.
Tahun ini juga ada pertumbuhan negara yang terlibat sebanyak 60 negara dibandingkan tahun lalu sebanyak 51 negara.
Dari sisi exhibitor ada peningkatan signifikan dari 179 peserta tahun lalu menjadi 216 peserta di tahun ini. Serta untuk tahun ini lebih banyak plenary session yang diselenggarakan sebanyak 14 sesi dengan lebih dari 100 pembicara dari berbagai program hadir di IPA Convex tahun ini. Selain itu tahun ini juga hadir 3.005 delegasi dari 60 negara.
Sementara dalam program TPC, total ada 161 presentasi poster dan oral.
“Dengan adanya peningkatan ini kami berharap ini jadi sinyal positif bahwa industri ini memang makin menggeliat,” kata Hariadi.








Tinggalkan Balasan