Dubai, Petrominer – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengajak calon investor untuk bergabung dengan para pelaku usaha yang telah merasakan kemudahan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hingga kini, penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) masih menjadi andalan Pemerintah.
Kebijakan ini bertujuan untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh Indonesia. Selain itu, pembentukan KEK juga meningkatkan nilai investasi di daerah, mengoptimalkan kegiatan industri termasuk aktivitas ekspor dan impor, serta mempercepat pembangunan dan pemerataan kesempatan kerja.
“Lebih dari itu, KEK secara otomatis menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), karenanya akan masuk sebagai prioritas untuk dikembangkan,” ujar Airlangga dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual di acara Forum Bisnis mengenai Kawasan Ekonomi Khusus yang digelar di Paviliun Indonesia Dubai Expo, Kamis (11/11).
Menurutnya, keberadaan KEK di Indonesia juga menawarkan berbagai fasilitas bagi penanaman modal, berupa insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance, serta insentif nonfiskal seperti layanan one-stop services menggunakan Online Single Submission (OSS) untuk perijinan dan pendaftaran usaha, peraturan keimigrasian, ketenagakerjaan, dan pengelolaan lahan. Hingga tahun 2021, Pemerintah telah menetapkan 19 KEK di seluruh Indonesia, yang bergerak di sektor industri manufaktur, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Sejumlah perencanaan PSN dibahas melalui forum bisnis di Paviliun Indonesia, mulai dari peluang investasi yang terbuka di sektor energi dan petrokimia, investasi pada infrastruktur jalan di Indonesia, investasi pada jalan tol Indonesia, dan dukungan finansial serta peran penjaminan di Indonesia.
PSN menjadi proyek infrastruktur yang dinilai strategis meningkatkan perekonomian, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. Rancangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam Permenko Nomor 7 Tahun 2021, terdapat 208 Proyek dan 10 Program PSN dengan nilai investasi Rp 5.698,5 triliun, yang mencakup 12 sektor pada tingkat Proyek dan 10 tingkat program.
KEK yang berfokus pada industri manufaktur antara lain terdapat di Sei Mangkei, Gresik, Kendal, Palu, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Maloy Batuta Trans Kalimantan, Tanjung Api-Api, Bitung, dan Sorong.
Sementara KEK pariwisata adalah Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Morotai, Likupang, LIDO, dan Mandalika. Gelaran event olahraga berskala dunia yakni Indonesia First World Super Bike dan MotoGP akan diselenggarakan di KEK Mandalika bulan November 2021 ini.
Seiring dengan disahkannya UU Cipta Kerja, KEK juga memperluas cakupan industrinya hingga ke skala industri tersier, termasuk Nongsa dan Singhasari yang fokus pada industri digital dan pusat data terpadu, serta Batam Aero Technic yang bergerak pada sektor aeroplane maintenance, repair, and overhaul (MRO).
“Melalui KEK, Pemerintah pun berkomitmen membangun iklim investasi yang baik dan memastikan tiga faktor yakni certainty, clarity, and simplicity bagi para investor dan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia,” tegas Airlangga.








Tinggalkan Balasan